Sulit.
Nyatanya, membangun konsistensi tidka semudah itu.
Pada jurnal sebelumnya, aku berkomitmen untuk menulis 1.000 postingan di Medium. Namun, bagaimana itu bisa dicapai kalau sejak akhir Desember saja, aku tak menunaikan janji ke diri sendiri.
***
Sisi perfeksionis itu masih ada.
Itu yang barangkali menghambat dan membuatku tak lagi rutin menulis setiap hari.
Sisi perfeksionis dan nama yang pernah jaya, seolah memaksa diri harus membuat tulisan yang bagus dan berisi. Padahal, selalu aku katakan kalau awal aku menulis hanya untuk menumpahkan apa yang ada dalam kepala; murni hanya ingin menyampaikan sesuatu tanpa harus berbicara di atas panggung.
Jujur, aku takut.
Ada rasa takut jika sewaktu-waktu pembaca melihat tulisanku yang ternyata tak lagi nikmat untuk dibaca dan akhirnya memicu anggap kalau aku tak lagi menarik dan karyanya tak layak tuk dibaca; takut yang wajar memang, takut yang tentunya pernah dialami setiap penulis yang hendak mengawali karir membuat karya pertama kalinya.
Aku juga paham, kalau tak ada karya yang benar-benar bagus.
Karena, tulisanku hari ini yang kukira bagus, boleh jadi berubah menjadi hal paling memalukan di masa depan.
Wajar saja, kan manusia bertumbuh.
Ketika usia bertambah dan isi kepala mulai kaya akan wawasan demi wawasan baru seiring berjalannya waktu, tentu kita akan merasa apa yang pernah kita perbuat di masa lalu adalah hal yang paling buat kita malu.
Contoh terdekat yang barangkali relate bagi semua orang; coba lihat status Facebook kita sepuluh tahun yang lalu.
Tentu alay!
***
Kurang lebih, begitulah untuk tulisan kali ini.
Karena, jujur, aku tak tahu harus bagaimana mengakhiri ini; dan aku juga tak tahu apakah kamu masih membaca tulisanku sampai sejauh ini.
Namun, satu yang pasti, aku akan usahakan menepati janjiku pada diri sendiri tuk menulis setiap hari hingga 1.000 tulisan di Medium itu jadi, sebelum akhirnya aku hadir kembali menulis buku dan menerbitkan karya tulis lagi.
Semoga, selalu konsisten!
— Dayat Piliang
Menulis agar tak kehilangan arah.
📝Tulisan ini terbit pertama kali di Medium,
3 Februari 2025.

Tinggalkan komentar