-
#70: Kepala yang Riuh Penuh Setiap Malam
Overthinking, sudah menjadi bagian dari masyarakat modern. Termasuk aku. Pada masa-masa quarter life crisis dulu, hampir setiap malam kepalaku penuh dengan pikiran, pertanyaan, dan bayangan akan masa depan. Rasa bingung itu kunikmati sendirian, sebab aku tak punya guru untuk membimbing dan ayah untuk mengarahkan. Maklum, aku lahir dari keluarga yang acak-acakan. Istilah kerennya, broken home,… — read more
-
#69: Catatan dari Tempat yang Tak Ingin Kusebut
Tak semua orang tahu tentang keberadaanku saat ini. Bukan, aku bukan sedang kabur menghindari penagih hutang. Aku juga tidak punya riwayat terjerat pinjaman online, karena aku bukan tipikal orang yang mudah berhutang jika bukan dalam keadaan benar-benar terdesak; bahkan jika terdesak pun, untuk sekadar meminjam saja, malu rasanya. Saat ini aku sedang mencoba kehidupan baru;… — read more
-
#68: Menulis Sebagai Cara untuk Pulang
Selepas lulus dari Sekolah Menengah Pertama, aku sudah pergi jauh keluar dari rumah; lahir dan besar di Kota Medan, aku melanjutkan pendidikanku di Pulau Dewata. Dan, ya, setelah itu aku benar-benar jauh dari rumah Bukan dalam arti tempat saja, tapi juga arti hidup. Memang, aku masih bisa tersenyum, tertawa, bicara, juga hidup; namun entah mengapa… — read more
-
#67: Alasan Kenapa Aku Sempat Berhenti Menulis
Seperti yang selalu kutuliskan di sini, aku pernah merasakan momen ketika menulis bukan lagi tentang menuangkan isi hati, tetapi tentang memenuhi ekspektasi; bukan lagi tentang kejujuran, tetapi tentang pembuktian; bukan lagi tentang memahami diri sendiri, tetapi tentang seberapa indah kata-kata itu terlihat di mata orang lain. Memang, aku masih menulis. Tapi semua terasa hambar, seperti… — read more
-
#66: Kembali ke Blog Pribadi, Menulis Bebas Tanpa Takut Dihakimi
Aku pernah berjaya. Meski tak seberapa, tapi itu benar-benar menghancurkan diriku sendiri sebagai manusia yang apa adanya, Di masa itu, aku terlalu larut pada sorotan mata hingga melupakan niat awalku. Makin hari, aku semakin larut dan sibuk ingin terlihat hebat sampai lupa tujuan awalku menulis dan menjadi penulis. Likes, komentar, dan validasi manusia yang tidak… — read more
-
#65: Jika Dunia Ini Hanya Punya Sedikit Orang Seperti Timothy
Di kehidupan yang brengsek ini, ada orang-orang yang lahir dengan kelembutan hati yang tidak sejalan dan seirama dengan zaman; mereka yang menatap dunia dengan hati bersih, namun sayangnya dunia menatap balik mereka dengan taring dan cakar, siap sedia menerkam siapapun yang tidak sama dan tidak sejalan. Timothy Anugerah Saputra namanya, seorang anak mudah yang tak… — read more
-
#64: Kita Tidak Harus Selalu Punya Jawaban
Sepucuk kabar dari grup WhatsApp Kapitulis itu tiba-tiba saja masuk lewat notifikasi, “Teman-teman, Mas Agus telah berpulang…” Aku terdiam cukup lama selepas membaca pesan itu; seseorang yang pernah memberikan kepercayaan untuk menerbitkan buku di penerbit yang ia pimpin, berpulang tiba-tiba tanpa aba-aba. Mas Agus adalah pimpinan redaksi salah satu penerbit yang cukup ternama di Indonesia;… — read more
-
#63: Tugasku Berjuang, Selebihnya Biarlah Semesta yang Bekerja
Menata hidup di negeri yang asing itu tidak semudah yang dikira. Setiap pagi aku menyalakan motor, menembus jalanan penuh debu ketika panas dan penuh lumpur saat musim hujan; demi sampai ke sebuah tempat di mana aku bisa menukar waktu, tenaga, dan pikiran dengan pundi-pundi dollar. Semua ini kulakukan agar kelak masa depan yang coba kutata… — read more
-
#62: Adakah yang Benar-Benar Butuh Membaca Tulisanku?
Di negara yang asing ini, aku kembali memutar gas motorku. Melaju di tengah ramainya kota dan menuju bangunan megah pusat perbelanjaan yang cukup sering dikunjungi oleh orang-orang Indonesia. Tapi, aku tidak berbelanja. Aku hanya menghabiskan waktu bergelut dengan isi kepala di kedai kopi yang menyatu dengan toko buku; tepat di hadapan layar kosong iPad, alat… — read more
-
#61: Aku Pernah Berjaya, Lalu Terjebak Dalam Standar yang Kuciptakan Sendiri
Pernah ada masa di hidupku ketika semuanya terasa berjalan sempurna. Masa-masa jaya itu, singkat memang, tapi entah kenapa dampaknya panjang sekali rasanya. Sampai sekarang pun, kadang aku masih merasa terjebak di dalam bayang-bayangnya. Iya, aku belum sepenuhnya pulih. Sisa-sisa masa itu seperti hantu yang terus menagih sesuatu dariku; standar, ekspektasi, dan tuntutan yang bahkan tak… — read more
-
mengapa kita harus memaksakan standar kita ke orang lain? kita benar-benar paham atau berlagak pintar?
riuh ramai media sosial, tak habis-habis bikin kita geleng-geleng kepala. siang ini, lewat satu postingan di Threads. isinya? seorang ibu yang beragama islam hendak memasukkan anaknya ke sekolah Katolik. menurut ibu tersebut, sekolah Katolik benar-benar berhasil membuat anak disiplin dan punya toleransi yang tinggi pada sesama, juga yang berbeda. ibu tersebut sedang mempertimbangkan pendidikan yang… — read more
-
tidak sedang berusaha terlihat cerdas setiap hari, hanya ingin konsisten untuk jujur pada diri sendiri
seperti yang aku ceritakan pada tulisan-tulisan sebelumnya, aku sedang melatih konsistensiku untuk menulis setiap hari. tapi, kepala tidak selalu dipenuhi inspirasi. sebenarnya, ada banyak yang ingin aku tumpahkan. tentang hal-hal pribadi, bahkan sampai kesewenang-wenangan pemangku jabatan dalam membuat kebijakan. tapi, aku coba sejenak menahan diri untuk tidak terlalu gegabah dalam menulis tanpa melakukan riset sederhana.… — read more
-
happy girlfriend day, untuk pasanganku yang paling aku cinta
aku bukan tipikal orang yang suka merayakan itu dan ini; bahkan untuk hari ulang tahunku sendiri. aku benar-benar menghindari. setiap tanggal ulang tahunku, seringkali aku menghindar dari riuh ramai orang-orang sekitar. melakukan perjalanan jauh, menyendiri, berkontemplasi, dan kemudian menumpahkannya ke dalam tulisan. tapi, kini, situasinya berbeda. aku sudah tidak lagi sendiri. aku mulai melakukan perayaan… — read more
-
rekening, tanah, dan rakyat yang menganggur; mana yang lebih dipedulikan pemerintah?
setelah ucapan pewaris dan perintis dari seorang bocah ramai diperdebatkan di media soial; kini muncul topik yang benar-benar membuat getir rakyat bertambah parah. seperti biasa, aku coba lebih objektif dalam menilai sesuatu dan tidak berusaha berpihak pada salah satu narasi antara pro dan kontra. di bawah kepemimpinan rezim Prabowo Subianto, negara lagi sibuk berbenah habis-habisan… — read more
-
kalau sama mood aja kita tumbang, bagaimana kita bisa bertahan saat hidup benar-benar menyerang?
kemarin, aku bercerita tentang diriku yang berleha-leha dan hanya menghabiskan waktu libur dengan scrolling sosial media. tak ada yang salah memang; wajar-wajar saja. dan sangat-sangat manusiawi. seperti kataku pada postingan sebelumnya; tidak harus produktif setiap waktu. tapi, aku merasa bersalah. iya, meski kemarin selepas menulis tulisan sebelumnya aku langsung balik ke asrama kantor dalam keadaan… — read more
-
hari ini aku tidak produktif, maaf ya.
hari ini aku punya waktu luang yang banyak, sebab setiap Rabu aku tidak memiliki jadwal apa-apa. namun, biasanya aku tetap bangun dan bangkit pada pagi hari seperti hari-hari lainnya. itu kujadikan kebiasaan, agar tubuhku terbiasa bangun, bangkit, dan berkegiatan di pagi hari. jadi, tidak ada hari di mana aku tidak produktif dan bermalas-malasan. bukan karena… — read more
-
ribut-ribut perihal perintis dan pewaris, padahal yang mestinya kita lakukan ialah menghadapi dan menjalani
akhir-akhir ini, linimasa sosial media di ramaikan dengan pembahasan tentang hal yang sudah sering diperdebatkan berulang-ulang. pembahasan itu meliputi dua kata; pewaris dan perintis. lagu lama yang dikemas dengan cover baru. semua bermula dari potongan video bocah kecil; dengan wajah tenang dan nada percaya diri, dia berkata hidup sebagai perintis itu menyenangkan. tak ada jaminan,… — read more
-
gunakanlah energimu untuk hal yang berguna daripada ngomongin masalah dan drama selebritis
berapa banyak energi, waktu, dan atensi yang kita gunakan untuk hal-hal yang tidak membangun hidup kita? aku menulis ini bukan berarti aku orang suci yang selalu melakukan hal benar setiap saat. gosip? iya, itu juga aku lakukan. biasanya ini disela-sela perbincangan kecilku dengan pasangan. hanya sekelebat saja; semacam ice breaking, karena saat kami berbincang, kami… — read more
-
ternyata resah adalah kunci dari berkarya
aku bukan terlahir dari keluarga yang berada, tak harmonis, dan tidak hangat seperti orang-orang pada umumnya. meski aku pernah bersekolah di pulau dewata, bukan berarti aku hidup dalam gelimang harta. tapi, aku tidak akan membanding-bandingkan kesusahan hidup dengan orang lain; apalagi kamu yang membaca tulisan ini. kita semua punya sulit-sulit yang bikin kita menderita dan… — read more
-
tidak terganggu jika ditanya kapan menikah
aku yang hari ini, jelas berbeda dengan aku yang lalu. dan aku merasakan kalau makin hari diriku semakin bertumbuh. baik dalam sikap, skill, dan bahkan kematangan emosi. iya, aku tahu terkesan memuji diri sendiri. tapi, bukankah itu harus kita lakukan agar kita bisa mengevaluasi diri secara lebih objektif dengan menetapkan indikator-indikator tertentu. pagi ini, pasanganku… — read more
-
perang antara thailand dan kamboja; dan hal-hal yang mestinya menjadi renungan kita bersama
aku punya keyakinan, selama kita tinggal jauh dari garis perbatasan, perang tak akan pernah menyentuh kita. tapi saat pagi ini aku membaca berita seorang anak berusia delapan tahun tewas karena serangan roket yang menghantam pemukiman di Sisaket, aku tahu kalau tak ada tempat yang benar-benar aman dari ego manusia. konflik kedua negara ini pecah tepat… — read more
-
melewati jalan berlumpur dan bagaimana cara kita mengendalikan diri agar tak tergelincir dan kecipratan
sudah beberapa hari, negara ini dilanda hujan. aku yang tinggal di distrik pinggiran perbatasan negara, harus dihadapkan dengan keadaan daerah yang masih berkembang dan sedang banyak pembangunan di mana-mana; menjadikan daerah ini dikuasai oleh debu ketika panas terik dan lumpur saat hujan. di sini, aku bekerja. dan pulang perginya aku harus menempuh perjalanan sekitar sepuluh… — read more
-
angka-angka sifatnya sementara, tapi konten yang bermakna akan berdampak selamanya
kita hidup di era semua sibuk membicarakan angka-angka. berapa views-nya? berapa like-nya? banyak tidak komentarnya? sejauh apa jangkauannya? dan sejenisnya. semua fokus pada sesuatu yang sebenarnya singkat dan fana. jadi tak perlu dalam dan punya makna, asal bisa viral itu tujuannya. padahal kalau kita lihat ke belakang, ada begitu banyak hal yang viral lewat singkat… — read more
-
orang lain boleh marah padaku, tapi kalau aku marah dibilang baperan dan dianggap tak tahu diri
kejadian ini pasti sering dirasakan oleh orang-orang yang punya sifat tidak enakan. ketika orang menunjukkan ketidaksukaannya pada sesuatu yang sedang kita lakukan, kemudian bermuka masam, kita memberikan pemakluman karena barangkali memang kita yang salah atau mood-nya sedang tidak baik-baik saja. tapi, bagaimana kalau kita berada di posisi tersebut? tidak semua bisa berlaku sama dengan apa… — read more
-
jangan memaksakan diri jika belum ahli; mulai dari yang kita bisa, kemudian konsistenlah sampai terbiasa
sebagai seorang influencer besar yang punya ratusan ribu pengikut di media sosial (anjay), aku pernah melewati masa di mana stress akan angka-angka yang perlahan mulai turun dan sudah tak lagi relevan akan zaman; sehingga aku mulai digantikan dengan yang lebih ahli dan yang bisa berinovasi. aku digilas oleh zaman, dan itu menyakitkan serta menyedihkan. berkali-kali… — read more
-
pelan-pelan, pasti bertumbuh. karena konsistensi tidak akan mengkhianati hasil
segala hal yang tidak dilatih, akan menjadi kaku dan kemudian tak lagi bisa kita lakukan. dan sesuatu yang dilakukan tidak konsisten akan sulit mendapatkan hal-hal baik dalam kehidupan. itu yang menjadi peganganku sehingga aku kembali rutin menulis; menumpahkan apa yang ingin aku tumpahkan ke dalam sebuah tulisan. tidak perlu bagus, tertata, atau sesuai dengan ejaan… — read more
-
tak ingin terlibat jauh, tak ingin buat rusuh, hanya inginkan hidup tenang tanpa drama dan terganggu dengan prilaku orang lain
perlakuan, omongan, dan gaya orang lain itu adalah hal-hal yang di luar kendali kita. meski ada hal-hal yang terkesan mengganggu, kita punya pilihan dan kendali untuk tidak terpancing dan kesal dengan segala hal yang di luar kuasa kita. beberapa waktu belakangan ini, aku mulai sadar akan satu hal; aku terlalu sering memperdulikan perasaan dan anggapan… — read more
-
jangan merasa setara kalau latar belakang kita bukan siapa-siapa; kedepankan etika di mana pun kita berada
kita memasuki era di mana internet menjadi biang masalah dari banyak hal, termasuk etika dalam kehidupan bersosial. apa yang aku tuliskan di sini bukanlah hal yang baru, ini hanya sebagai pengingat diri sendiri untuk tetap menjunjung etika di mana pun kita berada agar hidup kita bisa berjalan baik dan baik-baik saja. ini bukan tentang generasi… — read more
-
jika kita diam tak bersuara ketika seseorang dikriminalisasi, cepat atau lambat kita bisa jadi korban berikutnya
ada yang salah ketika seorang pejabat publik divonis empat tahun enam bulan penjara hanya karena menjalankan kebijakan yang sudah menjadi wewenangnya, tanpa ada bukti mens rea (niat jahat), dan tanpa ada satu rupiah pun yang masuk ke kantong pribadinya; dan yang lebih salah lagi saat semua itu terjadi karena ia berada di sisi yang bersebrangan… — read more
-
menghindari dead internet theory dengan berkarya yang jujur, jangan fokus viral, berilah manfaat sesuai isi kepala
barangkali kamu pernah mendengar teori tentang kiamat dan kematian internet; sebuah kiamat besar yang menghadirkan sunyi dan hampa pada ruang digital kita. tidak hanya kehidupan palsu dari orang lain saja, tapi ‘manusia’ yang tidak ada wujudnya di dunia nyata pun juga ikut berkontribusi menghadirkan kebisingan-kebisingan yang terkesan asli. awal-awal, kita sukar membedakan. lama kelamaan, semua… — read more
-
pentingnya membangun pondasi yang kuat daripada fokus mencari validasi yang sifatnya sesaat
akhir-akhir ini aku senang sekali aktif di threads, di sana vibes-nya seperti twitter awal-awal sebelum banyak orang yang sok asik dan sok pintar hadir mengacaukan dan tidak bisa menerima diskusi dengan pendapat yang berbeda (bisa jadi aku juga seperti itu). saat aku scroll lini masa threads, ada satu video yang berjudul ‘lifecycle of sunflower adorable’… — read more
-
beda pendapat, beda gerbong di politik adalah hal yang wajar. tapi mengkriminalisasi tom lembong hanya karena beda gerbong hal yang tak wajar. siapa yang punya niat jahat?
negara ini terlalu lucu dan kita tentu sudah tidak terkejut melihat keanehan-keanehan yang tampak ditampilkan terang-terangan. sebagai orang yang di pemilu sebelumnya tidak menjadi bagian 58,6% dan memberikan suara lantang terkait hal-hal yang tidak sesuai dengan konstitusi dan demokrasi, jujur vonis yang dijatuhi pada Tom Lembong adalah kriminalisasi hukum karena Tom Lembong berada di kapal… — read more
-
rekan kerja bukan temanmu, jangan mencoba akrab terlalu jauh
mau di manapun kita bekerja, entah di kantor, lapangan, perusahaan legal, ataupun ilegal, semuanya sama. jangan pernah menganggap rekan-rekan yang kita kenal di tempat kerja adalah teman; jangan terlibat terlalu jauh sampai menyentuh ranah-ranah personal. sebagai orang yang pernah bekerja di yayasan, korporasi, dan industri hiburan, hal yang penting untuk kita miliki adalah batasan. sebenarnya… — read more
-
belajar nulis lagi
tiada hari tanpa belajar, jika kita ingin menjadi orang besar yang bukan memanfaatkan orang dalam, maka kita harus mengembangkan diri kita dengan terus mengosongkan gelas dan terus dihantui banyak rasa penasaran akan banyak hal. itu akan membuat kita terus belajar dan bertumbuh dari pengalaman. begitu juga dengan aku yang baru, aku akan terus belajar dan… — read more
-
selingkuh di konser coldplay
semua laki-laki sama saja. kalau tidak monster, ya bajingan. barangkali kalimat itu sering kita dengar saat terjadi kasus perselingkuhan dan aku sendiri tidak menampik hal itu, karena memang umumnya yang terjadi seperti itu; laki-laki bisa menjadi seorang monster yang bisa menghancurkan masa depan seorang wanita dan bisa menjadi bajingan yang menyakiti wanita. bedanya di mana?… — read more
-
resah menjelang usia tiga puluh
rabu lalu, setelah sekian lama, akhirnya aku kembali betukar cerita dengan bebet; seorang kenalan yang kukenal dari twitter dan akhirnya menjadi teman di dunia nyata. obrolan kami saat itu seputar keresahan menjelang usia tiga puluh yang hanya tinggal satu tahun lagi sejak aku menuliskan ini. yang buat resah semakin menjadi-jadi ialah kami belum menjadi apa-apa,… — read more
-
kembali pada blog pribadi
terlalu perfeksionis itu memang baik, tetapi kalau skill kita belum mumpuni dan tak punya sumber daya yang besar, lebih baik lakukan saja yang bisa dilakukan. biarkan pengalaman yang buat kita tumbuh dan belajar secara perlahan. itu yang aku lakukan saat ini. aku kembali pada blog pribadi daripada pusing menulis di sana-sini yang berujung pada inkonsistensi.… — read more
-
jangan mengejar validasi
Minggu pagi ini kumulai dengan bangun agak siang karena mataku yang baru bisa terpejam sekitar pukul setengah empat dini hari. Sebagai orang yang belakangan ini menjadi kaum morning person, aku cukup menyayangkan hal ini bisa terjadi. Untung saja tak ada aktifitas apapun hari ini selain bersantai menikmati hari libur yang sebenarnya tak pernah ada libur… — read more
-
tanda-tanda baik
Kamu percayakan, selama kita yakin dan tak henti berusaha dengan penuh tenaga, hal-hal baik akan didatangkan pada kita. Ini yang aku rasakan hari ini. Meski saat ini aku sedang berada di ujung tanduk; antara harus mengakhiri semua kegiatanku di Pulau Lombok; karena makin ke sini duit semakin menipis, sedangkan pendapatan tak ada masuk sama sekali,… — read more
-
penulis gagal
Aku sudah sering cerita kalau aku adalah penulis yang gagal meraih cita-cita. Terjebak di persimpangan jalan buat aku bingung hendak melangkah ke arah yang mana. Fokus menjadi penulis namun tak banyak dapatkan untung? Atau terus membuat konten-konten di sosial media demi mendapat pundi-pundi rupiah dari korporasi? Habis energiku merawat sosial media yang hanya seputar angka,… — read more
-
angka-angka yang membuat kita lalai
Telah masuk kita pada era di mana untuk mendapat hormat dan dihargai oleh society, tak sekadar harta saja yang bisa kita andalkan, melainkan angka-angka di media sosial. Bukan hanya pengikut yang jadi patokan, namun juga seberapa bagus engagement yang kita dimiliki. Coba lihat tayangan-tayangan youtube sekarang. Sedikit sekali orang-orang yang membuat karya hiburan berkualitas. Semua… — read more
-
hal-hal buruk salahnya kita
Mungkin kamu pernah mendengar kata-kata ini dari salah satu pemuka agama: “Yang baik-baik datangnya dari Allah, dan segala yang buruk datangnya karena salah manusia itu sendiri.” Bila sedikit kita telisik, kata-kata itu ternyata bersumber dari satu ayat di Al-Qur’an; tepatnya ada di surah An-Nisa ayat 79. Kata-kata yang kalau sekilas kita baca, ada kesan egois… — read more
-
membuat proposal hidup
Belakangan, aku mulai mempertanyakan ‘apa sebenarnya yang aku inginkan dalam hidup?’ Sulit-sulit yang datang tiba-tiba, buat aku sakit kepala dan semakin hilang arah saja. Aku tahu, sulit-sulit ini bukan hadir tanpa sebab; semua hadir karena salahku tak bisa memprediksi dinamika kehidupan yang tak selalu berada di atas. Tapi sudahlah, itu telah berlalu dan sudah menjadi… — read more
-
setiap orang punya hak buat bersedih
Jujur, sebenarnya aku enggak begitu mengerti kenapa orang-orang suka sekali menilai negatif hal-hal yang dilakukan orang lain. Perihal bersedih, misalnya. Kenapa orang-orang selalu menyepelekan kesedihan orang lain? Setiap kita bercerita sulit yang kita alami, misalnya; bukan afirmasi positif supaya kita lebih kuat dan tabah, tetapi malah perbandingan hidup yang berujung pada ceramah tentang bersyukur kalau… — read more
-
belum saatnya
Seperti yang kuceritakan di tulisan sebelumnya, sudah hampir dua bulan aku berada di Lombok. Namun, dari semua rencana yang telah dirancang, belum ada satupun yang menunjukkan tanda-tanda baik. Sebenarnya, ada satu kesempatan yang datang; aku kembali ditawari menulis buku oleh Gagas Media. Sebetulnya sejak tahun lalu, namun kala itu ada insiden yang membuat mood-ku sedikit… — read more
-
pindah ke lombok
Saat aku menulis ini, sudah hampir dua bulan aku berada di Pulau Lombok. Barangkali kalian sudah tahu kalau beberapa tahun belakangan ini aku sedang dilanda banyak bingung tentang diri sendiri; dan aku sudah cukup sering membicarakan hal ini lewat tulisan-tulisan yang ada di media sosial. Yup! Setelah bertahun-tahun bergelut dengan resah, gelisah, dan depresi ringan.… — read more
-
awal yang baru
Karena ini adalah awal yang baru, mari kita mulai bagian ini dengan perkenalan singkat. — read more
-
orang itu bukan aku
Cukup jauh jarak yang terbentang antara kita. Namun, bukan itu masalahnya. Ketidakmampuanku dalam berbagai hal, membuatku malu dan tak bisa bertarung dengan hidup yang makin hari kian berat dan terasa menyebalkan. Menyatakan rasa dan mengajakmu hidup bersama? Menghampirimu saja hatiku dikuasai rasa ragu. — read more
-
menyikapi kehilangan
Ketika kehilangan sesuatu yang amat sangat kita sayang dan sesuatu yang telah dibangun dengan susah payah, pastinya kita akan dihadapi dengan kesedihan yang berkepanjangan. Tapi, bagaimana kita menyikapi setelahnya? — read more
-
aku layak nggak sih?
Mendapatkan tawaran wawancara oleh salah satu stasiun televisi swasta Indonesia untuk program Youtube mereka membuatku minder dan bertanya-tanya “apakah aku layak menerimanya?” — read more
-
ribut-ribut perihal nafkah.
Laki-laki tak melulu harus menjadi pencari nafkah dan perempuan tak melulu harus menjadi ibu rumah tangga. Sebuah perdebatan panas yang entah ke mana arahnya. — read more
-
jatah mantan.
Sebrengsek-brengseknya manusia, adalah mereka yang melakukan ‘jatah mantan’ sebelum hari pernikahannya. — read more
-
patah ditinggal nikah.
Kemarin malam, aku berbincang hingga pukul dua dini hari bersama teman-teman followers di Twitter. Salah satu dari mereka ada yang melempar tanya padaku perihal patah hati paling menyakitkan yang pernah kurasakan. Jujur, saat itu kepalaku kosong. Aku mendadak lupa kisah patah apa saja yang pernah kurasakan, apalagi yang paling menyakitkan. Akhirnya, aku menceritakan salah satu… — read more
-
pertama kali open bo, tapi tidak ngewe.
Kenalkan, aku seorang pemuda dari kota M yang kini tinggal dan bekerja di kota B. Malam itu hujan. Udara dingin dan sepi menghadirkan gejolak yang tak biasa di tubuhku. Hmm, kenapa tulisan ini seperti cerita stensil yang ada di forum-forum ‘nakal’, yak? Hahahaha. — read more
-
wanita di kota hujan
Pernah ada wanita cantik hadir di hidupku. Kami cukup dekat sekadar disebut teman. Aku lupa kapan tepatnya, tetapi kami bertemu dan berkenalan kali pertama dalam sebuah acara di Kota Hujan. Kala itu aku sedang mabuk demi menghilangkan canggung karena harus tampil di atas panggung, membacakan puisi tentang dua orang petani yang ditangkap atas tuduhan perampokan… — read more
-
bukan enggan mencari yang baru
Bukan enggan mencari yang baru, hanya saja teralu malas untukberadaptasi (lagi) dengan orang baru. — read more
-
jangan beri ruang untuk tukang selingkuh
Perselingkuhan tak ada habisnya, ia akan selalu ada dan terjadi berulang kali selama manusia tak bisa mengendalikan nafsunya. — read more
-
dahulu, aku kau banggakan
Dahulu, aku kau banggakan.Kemudian, aku kau tinggalkan.Kini, kau ingin kembali pada hatiyang dahulu pernah kau hancurkan.Maaf, enggak dulu. — read more
-
jadi orang enggak enakan menyiksa juga, ya?
Kamu, iya kamu. Orang yang suka ngerasa nggak enakan dan terlalu perasa yang selalu bisa memahami orang lain, namun sialnya jarang dipahami dan dimengerti oleh dunia. Tenang, jangan sedih. Karena kita sama. — read more
-
menghilang
Jika kamu sedang membaca tulisan ini, mungkin aku sudah berada di suatu tempat yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang; kota, pulau atau bahkan desa terpencil di pedalaman negeri ini. Pun bisa juga sedang berada di tempat yang familiar di telinga manusia, namun nyaman untuk beberapa orang yang ingin menghilang sementara dari lelahnya menjalani rutinitas… — read more
-
cinta sekadarnya
Hai kekasihku,berhentilah bersedih menangisi kepergianku. — read more
-
aku memang pengecut
Aku memang pengecut.Dan aku bukan lelaki yang bertanggung jawab. — read more
-
jangan menungguku
Jangan menungguku,aku belum tentu hadir menghampirimu. — read more
-
apa dan siapa
Pada satu masa,aku berjalan tanpa rencana.Aku melangkahdengan langkah yang tak terarah. — read more
-
jika bukan aku
Jika bukan aku,sama sekali tak masalah bagiku. — read more
-
menikah merampas merdeka
Dalam fitur instastories pada media sosial instagram, aku unggah satu gambar yang di dalamnya terdapat foto mbah Soesilo Toer beserta kutipannya yakni “Aku merdeka dan aku tidak ingin lekas-lekas kemerdekaanku dirampas karena perkawinan.” — read more
-
kamu obatku.
Ini adalah pertemuan kedua kita. — read more
-
“sudah ada calon, belum?”
Pagi ini, teman lama yang sudah lama tak berkomunikasi mengirimkan pesan melalui direct message media sosialku. — read more
-
manusia berbahaya
Malam hari yang sepi, gelap gulita menyelimuti sebagian dunia. Dalam kedinginan malam yang menusuk pori-pori, Caka berdialog dengan Kanta tentang apa yang diketahui Kanta mengenai seseorang yang berambisi menjadi orang nomor satu di sebuah negeri antah berantah. — read more
-
masjid kecil di stasiun tawang semarang
Subuh, di Stasiun Tawang, Semarang. — read more