Jujur, sebenarnya aku enggak begitu mengerti kenapa orang-orang suka sekali menilai negatif hal-hal yang dilakukan orang lain.
Perihal bersedih, misalnya.
Kenapa orang-orang selalu menyepelekan kesedihan orang lain? Setiap kita bercerita sulit yang kita alami, misalnya; bukan afirmasi positif supaya kita lebih kuat dan tabah, tetapi malah perbandingan hidup yang berujung pada ceramah tentang bersyukur kalau hidup yang kita alami enggak begitu seberapa dibanding yang lain.
Kan kita juga tahu itu; kalau ada yang jauh lebih susah dari kita. Tapi, inikan bukan tentang orang lain, melainkan tentang kita yang sedang menumpahkan gundah atas sulit-sulit yang dirasa.
Semua orang punya hak buat bersedih!
Perlu kita pahami, orang-orang yang mengekspresikan rasa sedihnya itu hanya berusaha untuk tetap waras di tengah kehidupan yang selalu saja memaksa kita untuk menjadi gila.
Dan kita juga harus mengerti kalau orang-orang yang meluapkan uneg-unegnya hanya ingin didengarkan dan ditemani supaya mereka mengerti kalau sesulit apapun hidup yang dijalani, mereka enggak menjalaninya seorang diri.
Hanya itu.
Solusi itu lain soal.
Karena yang terpenting adalah ada orang yang mau mendengarkan.
Tinggalkan komentar