(88) Mengulang dari Awal Tidak Terlalu Buruk

Seperti yang pernah kutuliskan dalam jurnal sebelumnya, kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, aku telah putuskan tuk jadi seorang penulis penuh waktu; dan itu kulakukan dengan sungguh-sungguh, hingga pada akhirnya membuahkan hasil yang terbilang lebih dari cukup.

Aku punya karya tulis dalam bentuk buku yang pernah tersebar di seluruh toko buku yang ada di Indonesia, punya ratusan ribu pengikut di sosial media, pernah ditawari tuk menerbitkan buku di beberapa penerbit besar tanah air, dan bahkan aku mendapat proyek menulis dengan nilai yang tak bisa dikatakan murah.

Tapi, itu semua masa lalu dan sudah berlalu.

***

Kini, aku sedang mencoba membuka lembaran baru; menjadi penulis pemula yang punya cita-cita agar bisa menuliskan buku, menrbitkannya, dan karya tersebut bisa tersebar ke seluruh penjuru toko buku yang ada.

Namun, sebelum itu terjadi, aku perlu banyak-banyak berlath dengan lebih memperbanyak jam terbangku dalam menulis; dan platform Medium kujadikan pilihan tuk melatih konsistensi dan membiasakan diri menulis lebih banyak lagi.

Sama halnya ketika aku mengawali karir menulis saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, aku perlu banyak-banyak sabar melewati proses demi proses yang aku nikmati dan rasakan; aku harus latih fokusku dan menulis apa yang ingin aku tuliskan, tak lalai dengan ketenaran, tak abai pada lingkungan, dan tak terlena dengan nama besar yang buat aku jadi besar kepala dan seringkali membusungkan dada.

***

Setelah lama berkontemplasi dan berusaha tuk mengerti diri sendiri, akhirnya aku sadar kalau menulis adalah duniaku dan sudah semestinya aku bertahan dan menekuni dunia ini sampai aku mati nanti; bahkan, meski itu tak menghasilkan limpahan harta, aku tetap harus menumpahkan apa yang ada dalam kepala; entah menjadi postingan Medium, buku, atau sekadar catatan dalam jurnal personal.

Aku harus selalu dan terus menulis agar tetap ada!

Aku tahu, tak mudah memang membangun konsistensi.

Terkadang, rasa malas yang menghampiri terlalu sulit untuk dilawan; menjadikanku manusia paling tidak produktif seharian.

Namun, bukankah Tuhan tak akan mengubah seorang hamba, jika hamba tersebut tak punya niat dan usaha tuk mengubah dirinya? Untuk itu, aku harus bangkit dan melawan rasa malas yang kalau terus dipelihara akan membuat hidup jadi tak ke mana-mana.

Tidak hanya untuk hari ini, aku juga harus selalu kuat bergelut dengan rasa malas yang tak pernah malas menyerang setiap hari.

— Dayat Piliang
Menulis agar tak kehilangan arah.

📝Tulisan ini terbit pertama kali di Medium,
20 November 2025.

Tinggalkan komentar