Sebelas hari lagi!
Aku dan pasanganku sedang merencanakan pertemuan untuk menciptakan kenang yang tak akan pernah bisa kami lupakan; kami akan bertemu dan berlibur di Thailand!
Tiga bulan lebih.
Itulah usia hubungan kami.
Memang masih terbilang baru; seperti sungai kecil yang baru lahir dari mata air di tengah lembah; airnya tenang dan jernih, namun air itu mengalir seketika mengukir lembah tuh sebuah perjalanan panjang; perjalanan yang kelak kan bermuara pada bahtera yang bernama rumah tangga.
Amin!
***
Kami, adalah dua insan yang saling ingin.
Dengan banyak kesamaan dan sama-sama berusaha memberi rasa nyaman, aku benar-benar antusias menjalin hubungan ini; bahkan sampai detik aku menuliskan tulisan ini.
Ada dua fakta tentang hubungan kami yang barangkali akan buat siapa saja terkejut setengah mati;
Pertama, kami menjalin hubungan jarak jauh beda negara.
Kedua, belum pernah kami bertemu sekali pun bertatap muka.
Terkejut?
Tidak menyangka?
Begitu juga dengan aku dan dia!
Kukatakan berkali-kali padanya, kalau aku amat sangat tak disangka bisa menjalin dan menjalani hubungan jarak jauh; apalagi tanpa pernah sekali pun melihat wujud pasanganku secara nyata.
Barangkali, hanya sedikit manusia yang bisa menjalani kisah seperti ini; setidaknya di era teknologi yang begitu canggih.
Dan, kami salah satu yang menjalin hubungan dengan raga yang terpisah jaraknya, namun tetap dekat selalu hatinya.
***
Kembali ke topik, pertemuan kami yang pertama kali, akan terjadi pada tanggal tujuh bulan depan. Dan, ini sudah kami rencanakan jauh-jauh hari; bahkan sejak kali pertama kami menjalin kisah asmara ini pada akhir tahun lalu
Mula-mula, kami punya rencana tuk bertemu di bulan Agustus. Namun, makin hari, banyak kesal dalam proses penantian hari; dan itu yang buatku tuk mempercepat waktu pertemuan menjadi bulan April yang akan datang.
Ratusan, puluhan, dan kini tinggal sebelas hari penantian menuju waktu tuk kami bertemu.
Detak jantung benar-benar tak sanggup kukendalikan.
Bahkan, ketika aku menuliskan ini, detaknya begitu cepat dan meronta-ronta seolah ingin lekas keluar dari tempatnya.
***
Mengapa rencana bertemu di Thailand?
Karena, itu adalah negara tengah-tengah antara kami berdua.
Pasanganku akan berangkat dari Jakarta, Indonesia.
Dan aku akan berangkat dari sebuah negara yang untuk saat ini belum bisa kusebutkan namanya demi menjaga rencana rahasia yang sedang kujalani di negeri yang begitu jauh dari rumah.
Begitu antusias aku dan tak sabar menanti pertemuan pertama dengan orang yang kucintai secara jarak jauh.
Setiap hari, campur aduk perasaanku menanti tanggal yang sudah ditetapkan bersama; mulai dari rasa tak sabar, hingga jantung yang terus berdegup karena gugup membayangkan perjumpaan pertama kami di Bandara Don Mueang.
***
Omong-omong, ini adalah hubungan pertamaku yang berjalan lebih dari tiga bulan.
Ini juga hubungan pertamaku yang dijalin secara jarak jauh tanpa adanya satu pertemuan.
Dan, ini adalah hubungan pertamaku yang dijalin secara serius, karena biasanya hanya mentok dipendekatan.
Ada begitu banyak momen kali pertama dalam hidupku bersamanya; dan itu yang buat aku semakin bersyukur karena meskipun belum berjalan lama, dia sudah menjadi wanita yang tak akan pernah bisa aku lupa; seumur hidup, seumur usia.
Dan aku, ingin hidup menua bersamanya!
— Dayat Piliang
Menulis agar tak kehilangan arah.
📝Tulisan ini terbit pertama kali di Medium,
26 Maret 2025.

Tinggalkan komentar