(91) Menantang Diri Menulis 1000 Postingan

Pada jurnal sebelum ini, pernah kujelaskan kalau aku punya keinginan untuk menulis kembali dan menerbitkan buku yang kelak akan tersebar ke seluruh penjuru.

Keinginan itu, bukanlah keinginan semu.

Aku sedang persiapkan diri untuk momen itu; momen di mana aku menikmati masa-masa jaya; masa di mana aku punya besar semangat produktif yang begitu membara.

***

Banyak fase sulit yang mesti kulalui kala itu, dan itu membuat semangatku padam hingga perlahan surut meredam.

Quarter life crisis, pandemi, angkuhnya diri, dan juga janji pada salah satu pimpinan redaski penerbit besar yang belum sempat kutepati namun beliau sudah lebih dahulu dipanggil ilahi.

Itulah dari sekian banyak faktor kenapa aku tak lagi melanjutkan karir yang bisa dibilang hampir gemilang sebagai penulis.

Bagi sebagian orang, mungkin terkesan kecil dan remeh, namun saat-saat itu adalah fase yang paling sulit bagiku; membuatku hilang arah dan merasa hidupku tiada berguna.

Tapi, kita tentu punya bebas tuk memilih hidup seperti apa yang kita inginkan, bukan?

Daripada terus larut dalam sesal, aku putuskan memilih bangkit dan kembali menata segalanya dari awal; tak hanya itu saja, aku juga akan buktikan pada diriku sendiri kalau aku masih layak meraih impian itu, menjadi seorang penulis yang memang sudah kucita-citakan sejak dahulu.

***

Kembali ke topik awal, soal keinginan menerbitkan buku dan usaha apa yang akan kulakukan tuk mewujudkan semua itu.

Untuk kali ini, aku tak ingin terlalu rumit dan kompleks dalam berpikir, karena, menurutku, itu nantinya hanya menggerus konsistensi yang sedang kubangun.

Selain menebalkan niat dan fokus pada arah tujuan yang ingin tuju, aku pun berjanji tuk komitmen pada diri sendiri, kalau aku akan rutin menulis setiap hari hingga menulis seribu tulisan di Medium.

Memang bukan angka yang kecil tuk direalisasikan, aku tahu itu.

Butuh waktu sekitar tiga tahun lamanya untuk konsisten menulis setiap hari sampai tulisan ke seribu.

Berat dan menantang.

Tapi, itulah yang aku butuhkan saat ini; tantangan.

***

Dan, inilah salah satu caraku tuk menantang diri sendiri; membuktikan kalau aku benar-benar masih layak dan bisa tetap relevan menjadi penulis, setidaknya untuk diriku sendiri.

Ini tulisan ke-23 di Medium.

Perjalanan masih panjang, masih ada sekitar 900-an tulisan lagi yang harus kubuat dan publikasikan.

Bukan masalah besar memang, hanya perihal waktu tuk mewujudkan rencana dan tantangan itu; aku hanya perlu konsisten dan membiasakan diri tuk merealisasikan janji.

Lagipula, ini bukan untuk orang lain, tapi untuk pertumbuhan dan perkembangan diriku sendiri.

***

Aku yakin, bahkan sangat, apabila aku komit untuk konsisten dan melewati segala tantangan yang kuciptakan sendiri, aku pasti akan bertumbuh jadi manusia yang lebih baik lagi; dan, aku juga yakin, cara menulisku akan lebih tertata, mengalir, dan enak untuk dibaca, sehingga tak lagi membingungkan pembaca.

— Dayat Piliang
Menulis agar tak kehilangan arah.

📝Tulisan ini terbit pertama kali di Medium,
19 Desember 2024.

Tinggalkan komentar