Belakangan, aku mulai mempertanyakan ‘apa sebenarnya yang aku inginkan dalam hidup?’
Sulit-sulit yang datang tiba-tiba, buat aku sakit kepala dan semakin hilang arah saja. Aku tahu, sulit-sulit ini bukan hadir tanpa sebab; semua hadir karena salahku tak bisa memprediksi dinamika kehidupan yang tak selalu berada di atas.
Tapi sudahlah, itu telah berlalu dan sudah menjadi bagian dari masa lalu; yang bisa dikenang buat sesaat sebagai pacuan semangat, bukan larut dalam bayang-bayang dan terus hanyut pada kejayaan masa lalu tanpa buat pencapaian baru. Seperti kebanyakan orang di negeri ini, yang selalu membangga-banggakan kejayaan masa majapahit, tanpa membuat hal-hal hebat lain untuk negeri ini kembali bangkit.
Tak ingin aku terlena.
Tak ingin aku seperti orang-orang tua yang selalu membangga-banggakan masa saja di saat renta usia dalam kegagalan.
Sejenak, aku mulai berpikir untuk kembali menata hidup dan memastikan aku tetap berada di jalur setapak yang masih sesuai dengan tujuan yang ingin kutuju.
Kan hidup mesti punya fokus agar kita bisa meraih mimpi itu. Dan kita mesti menuliskannya supaya kita tak mudah terdistraksi dengan hal-hal lain seperti rencana-rencana baru yang juga masih abstrak alias belum tentu ada peluang berhasilnya.
Itulah yang mestinya kita lakukan.
Kita mesti buat proposal kehidupan yang isinya berupa keinginan dan cara-cara buat meraihnya.
Sama seperti ketika membuat proposal pengajuan, kita perlu menjabarkan semuanya dengan detail. Latar belakang, tujuan, dan langkah apa saja yang akan dilakukan demi semua yang direncanakan bisa berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Mungkin kita bisa mulai dengan mencari tahu apa saja yang lebih dari kita dan mulai serius mengembangkan hal itu agar lebih meningkat dan menjadi lebih ahli dari sebelumnya. Contoh, kelebihanku adalah menulis; untuk mengembangkannya aku harus menulis sebanyak-banyaknya dan memperluas wawasan dengan memperbanyak membaca, mendengar, dan menonton.
Setelah mengetahui dan mulai mendalami apa yang jadi kelebihan kita, selanjutnya kita perlu mencari role model untuk kita ikuti jalannya. Ingat! Diikuti, bukan ditiru. Misal, sebagai penulis, aku kagum dengan perjalanan karir Paulo Coelho, salah satu penulis idolaku. Aku harus mencari tahu bagaimana kisah hidupnya dan bagaimana dia melakukan pencapaian-pencapaian dalam hidupnya.
Dan terakhir, coba untuk kita jabarkan prilaku apa saja yang buruk-buruk dari kita yang mesti kita kurangi, prilaku baik-baik yang harus kita kembangkan, dan prilaku positif yang mesti kita lakukan untuk memudahkan kita meraih tujuan kita.
Penting bagi kita untuk melakukan itu semua dan fokus saja di jalan yang kita ingin capai.
Dan terakhir, ini yang paling penting, kita mesti bisa mengabaikan apa-apa saya yang bisa mendistraksikan kita. Salah satunya dengan berhenti membandingkan hidup kita dengan orang lain yang garis start-nya tidak sama. Fokus saja pada apa yang ingin dituju, jangan sampai merasa insecure karena melihat hidup orang lebih berhasil.
Semoga kita bisa meraih apa yang ingin kita raih, ya.
Jangan stress-stress lagi.
Kita harus bisa meraih apa yang kita ingin dan bisa mencapai apa yang kita tuju.

Tinggalkan komentar