Seperti yang kuceritakan di tulisan sebelumnya, sudah hampir dua bulan aku berada di Lombok. Namun, dari semua rencana yang telah dirancang, belum ada satupun yang menunjukkan tanda-tanda baik.
Sebenarnya, ada satu kesempatan yang datang; aku kembali ditawari menulis buku oleh Gagas Media. Sebetulnya sejak tahun lalu, namun kala itu ada insiden yang membuat mood-ku sedikit kacau; naskah buku yang hampir jadi kutulis, mendadak lenyap menghilang.
Aku sudah berdamai dengan itu, namun aku butuh waktu untuk kembali menggarap yang lama. Akhirnya, beberapa waktu lalu, editorku kembali menghubungiku dan memintaku untuk kembali menyelesaikan satu buku yang akan diterbitkan dalam waktu dekat.
Tapi itu lain soal. Bagiku, buku adalah karya idealis yang tak perlu mengharapkan sesuatu dari itu. Aku hanya fokus menulis dan mempersembahkan tulisan itu untuk dibaca oleh orang-orang yang ingin. Tak mengharapkan uang, tak mengharapkan popularitas. Karena aku tahu betapa melalaikannya kedua hal itu untuk karir kepenulisanku.
Saat ini aku ingin menata hidupku, utamanya dari segi finansial. Dan nyatanya, belum ada tanda-tanda baik dari semua rencana yang sudah berjalan.
Meski menjerit-jerit saat ini, tapi tak mengapa.
Kan semua butuh waktu.
Mungkin memang belum saatnya.
Sabar dulu.
Nanti juga akan ada hal baik bila kita tak lelah mencoba, berusaha, dan konsisten melakukannya.
Kan Tuhan tidak tidur, bukan?
Tinggalkan komentar