happy girlfriend day, untuk pasanganku yang paling aku cinta

aku bukan tipikal orang yang suka merayakan itu dan ini; bahkan untuk hari ulang tahunku sendiri. aku benar-benar menghindari. setiap tanggal ulang tahunku, seringkali aku menghindar dari riuh ramai orang-orang sekitar. melakukan perjalanan jauh, menyendiri, berkontemplasi, dan kemudian menumpahkannya ke dalam tulisan.

tapi, kini, situasinya berbeda.

aku sudah tidak lagi sendiri.

aku mulai melakukan perayaan satu persatu. ulang tahun pasanganku, merayakan valentine, dan perayaan-perayaan kecil setiap bulannya di tanggal jadian kami; meski itu hanya dalam bentuk ucapan di tengah malam selepas hari berganti.

di media sosial, sebelum tanggal 1 Agustus menjelang, memang ramai orang membicarakan perihal Girlfriend Day. awalnya aku tak tahu menahu, karena aku terlalu sibuk memikirkan dan menata masa depan sampai lupa melihat linimasa media sosial; bahkan untuk topik politik yang biasa aku senangi.

aku tahu perayaan itu dari pasanganku; dan ia mengatakan ingin dirayakan seperti orang-orang pada umumnya. dibelikan bunga.

dengan kesadaran penuh aku berkata, boleh transfer ke aku, biar nanti aku belikan bunganya. iya, karena memang aku memberikan gajiku sepenuhnya kepadanya, ditabung untuk masa depan kami bersama. menikah, punya rumah, dan membangun keluarga kecil kami di masaa depan.

kami tertawa bersama.

sampai tanggal 1 Agustus itupun tiba juga.

selepas aku pulang bekerja, seperti biasa, agenda pertama yang kulakukan dengan sangat antusias selepas mandi adalah berbincang dengan pasanganku melalui saluran panggilan video.

iya, kami menjalin hubungan jarak jauh beda negara.

tapi, bedanya, malam itu ia tidak bersemangat.

aku tanya kenapa, dia bilang tidak tahu.

sebelumnya ia sempat menyinggung soal perayaan Girlfriend Day dan aku meresponnya sekadar dan sembari mengatakan, banyak juga ya perayaannya.

karena dia tak bersemangat, aku terbesit pikiran untuk membuat satu instastories ucapan selamat dengan menggunakan fotonya. ia senang, mood yang sedang tidak baik mendadak meningkat. aku senang melihat dia bahagia.

akhirnya, aku tersadar.

aku memetik sebuah kesimpulan.

perayaan seperti ini, meski kesannya remeh dan tidak penting–sebab yang penting adalah tindakan nyata setiap hari kalau kita mencintai pasangan kita, tetap perlu kita lakukan sebagai bentuk pengingat dan ungkapan sayang kita pada orang tersayang.

aku yang sebelumnya tipikal orang yang dingin dan tidak paham dengan perayaan-perayaan, akhirnya mengerti dan ke depannya coba untuk tidak menghindari perayaan-perayaan sekecil apapun itu; setidaknya yang menyangkut dengan pasanganku sendiri. karena untuk orang lain, rasanya aku masih belum bisa, dan bahkan untuk ulang tahunku sendiri pun aku masih ragu untuk merayakannya dengan semarak dalam riuh ramai atau ucapan dari orang-orang yang memberikannya.

itu saja catatanku untuk hati ini, terima kasih.

Dayat Piliang

Tinggalkan komentar