hari ini aku punya waktu luang yang banyak, sebab setiap Rabu aku tidak memiliki jadwal apa-apa. namun, biasanya aku tetap bangun dan bangkit pada pagi hari seperti hari-hari lainnya. itu kujadikan kebiasaan, agar tubuhku terbiasa bangun, bangkit, dan berkegiatan di pagi hari. jadi, tidak ada hari di mana aku tidak produktif dan bermalas-malasan.
bukan karena aku si paling rajin, ini murni karena di masa lalu aku sudah banyak melewatkan kesempatan dengan membuang-buang waktu; dan aku tak ingin lagi seperti dahulu.
jadi, jika aku tak punya jadwal apa-apa, aku akan tetap bangun dan bangkit dari kasur seperti hari-hari lainnya; tak ada alasan apapun, aku harus melatih diriku untuk konsisten. tak hanya sekadar di ucapan, namun aku harus membuktikannya dengan tindakan.
tapi, hari ini aku tak seproduktif biasanya.
seperti kataku, meski aku tak punya jadwal apa-apa, aku tetap membiasakan diriku untuk tetap berkegiatan; motoran ke Ibu Kota Negara, mencari referensi, menulis, membuat konten, dan hal-hal lainnya. aku harus produktif, intinya.
dan hari ini, meski tetap bangun pagi dan mengawali pagi dengan mengirimkan pesan WhatsApp pada pasanganku karena dia ada client di pagi hari; setelah itu aku tidur kembali.
tak lama memang, hanya sebentar. kemudian aku berbincang panjang dengan pasanganku melalui saluran panggilan video; memperbincangkan banyak hal, utamanya tentang pasanganku yang sedang belajar membuat kue awan dengan oven baru yang ia beli.
selepas itu, aku mandi dan pergi keluar mengisi perut dengan makanan. berbelanja kebutuhan mandi. dan kemudian pergi keluar berkendara menuju tempat pencucian motor; sudah menjadi kegiatan rutin mingguan agar motor tetap bersih dan terhindar dari masalah-masalah karena tak dijaga kebersihannya. sama halnya dengan manusia, jika tak jaga kebersihan, maka ada saja penyakit-penyakit yang datang tiba-tiba.
motor telah bersih dan aku memacunya menuju kedai kopi terdekat.
dan, ya, di sinilah aku sekarang. menghabiskan waktu dengan melihat media sosial dan menuliskan ini dalam keadaan tremor karena sudah menghabiskan dua gelas kopi tanpa menyantap makanan. ada sih, hanya donat. tapi itu tidak cukup kuat untuk jadi pondasi lambung yang sudah terbiasa diisi dengan banyaknya asupan karbohidrat.
tapi, tidak apa-apa jika tidak produktif.
akan ada fasenya di mana kita perlu berleha-leha dan tidak melakukan apa-apa. anggap saja semacam memulihkan diri dengan menikmati hari bermalas-malasan. toh ini semua tidak diniatkan. memang energinya saja sudah habis bergelut dengan realitas; bekerja di negara orang dan hidup dalam sebuah lingkaran yang toksik (meski aku juga termasuk ke dalamnya).
ya sudah, segitu saja catatan hari ini.
terima kasih.
salam, Dayat Piliang.

Tinggalkan komentar