sudah beberapa hari, negara ini dilanda hujan. aku yang tinggal di distrik pinggiran perbatasan negara, harus dihadapkan dengan keadaan daerah yang masih berkembang dan sedang banyak pembangunan di mana-mana; menjadikan daerah ini dikuasai oleh debu ketika panas terik dan lumpur saat hujan.
di sini, aku bekerja. dan pulang perginya aku harus menempuh perjalanan sekitar sepuluh sampai lima belas menis dengan motor; melintasi jalan raya aspal yang rusak di beberapa titik dan jalur kampung yang masih tanah bergelombang.
di sepanjang jalan, debu-debu berserakan di tepian; tebal, menumpuk, akibat muatan dari truk-truk yang datang membawa tanah dan keperluan untuk membangun gedung-gedung perkantoran, juga penginapan. saat siang hari terik, debu-debu itu terbang tak karuan. seperti kota tempat tinggal Garra, si pengendali pasir yang ada dalam serial anime Naruto. saat hujan, semua berubah menjadi jalanan yang berlumpur. aku harus berhati-hati ketika ingin melintas di atasnya; menjaga kestabilan agar tak tergelincir, menjaga kecepatan agar tak kena cipratan.
saat perjalanan pulang dari sky cafe dekat asrama kemarin, aku melewati jalanan berlumpur, akibat hujan di hari sebelumnya yang airnya masih menggenang dan belum mengering.
aku melewatinya dengan hati-hati, sampai akhirnya menghadirkan inspirasi yang membuat aku menuliskan catatan ini.
hidup harus punya kendali.
saat kita berada di jalanan yang penuh dengan lumpur, kita harus pelan-pelan menjaga kestabilan agar tak tergelincir; begitupun dengan kecepatan, harus kita atur agar lumpur tak mengotori motor dan tubuh. berhubung kemarin aku baru saja mencuci motor dan mengeluarkan uang satu dollar, terlalu sayang rasanya jika aku mengikuti nafsu untuk mengebut agar cepat sampai yang kemudian mengotori motorku. lagi pula aku tidak buru-buru; dan keselamatan tetap harus jadi nomor satu.
kalau mau dikaitkan dengan hidup di lingkungan yang rusak dan kotor, analogi itu bisa kita gunakan untuk pengendalian diri kita. misal, saat kita berada di lingkungan pejabat korup, kita bisa tetap menjadi bersih dengan mengendalikan diri kita. kendalikan hati agar tak gampang panas dan kendalikan nafsu agar tak berbuat hal-hal yang nantinya akan merugikan.
jujur, aku masih bingung mau ke mana arah tulisan ini. sebab ini tulisan yang sumbernya dari inspirasi yang sekelebat. tak apa, namanya juga sedang melatih diri untuk menulis lebih baik lagi dan aku juga sedang melatih kepekaanku untuk memaknai hal-hal sederhana yang terjadi di kehidupanku sehari-hari.
sekian catatanku hari ini, terima kasih.
Dayat Piliang

Tinggalkan komentar