orang lain boleh marah padaku, tapi kalau aku marah dibilang baperan dan dianggap tak tahu diri

kejadian ini pasti sering dirasakan oleh orang-orang yang punya sifat tidak enakan. ketika orang menunjukkan ketidaksukaannya pada sesuatu yang sedang kita lakukan, kemudian bermuka masam, kita memberikan pemakluman karena barangkali memang kita yang salah atau mood-nya sedang tidak baik-baik saja.

tapi, bagaimana kalau kita berada di posisi tersebut?

tidak semua bisa berlaku sama dengan apa yang kita lakukan pada mereka. jadi, ya, maklum saja. dunia memang tak selalu berjalan sesuai dengan ingin kita. apa yang kita berikan, belum tentu mendapatkan hal yang sama. apa yang kita maklumi dari kurang-kurangnya orang, belum tentu orang memaklumi kurang-kurangnya kita.

ketika seseorang mendadak diam dan menjauh, aku langsung introspeksi diri; apa ya salahku? kenapa dia bisa begitu? mungkin karena aku begini atau begitu padanya. tapi, saat aku melakukan hal itu, mengapa orang-orang menciptakan imajinasi liar dan menuduhku yang tidak-tidak? manusia yang tak tahu diri, manusia egois, manusia kacang lupa kulit. dan itu hanya karena satu hal yang aku sendiri juga tak tahu kalau itu salah atau tidak.

tapi, ya, kembali lagi. begitulah kehidupan. tak semua bisa berjalan sesuai dengan yang kita ingin dan harapkan.

meski begitu, kadang aku suka kepikiran.

barangkali memang mereka tak begitu kenal denganku seperti aku yang selalu berusaha ngertiin orang lain.

barangkali mereka tak mengerti kalau ada banyak hal di kepalaku dan aku sedang merancang sesuatu untuk masa depan; membuat diriku menjadi lebih baik lagi dari aku yang sebelumnya dan itu membutuhkan energi besar yang mau tak mau ada sesuatu yang harus aku korbankan; pergaulan.

bila orang-orang tidak paham dan tak bisa mengerti, itu di luar kendaliku.

daripada aku fokus memikirkan perasaan orang dan anggapan orang, lebih baik aku melakukan sesuatu yang lebih bermakna untuk kehidupanku; melatih diri, membiasakan, dan merencanakan masa depan; dengan perlahan.

kalau kamu pernah merasakan hal yang sama? kalau pernah, berarti kita sama.

sekian, terima kasih.

Dayat Piliang

Tinggalkan komentar