angka-angka sifatnya sementara, tapi konten yang bermakna akan berdampak selamanya

kita hidup di era semua sibuk membicarakan angka-angka. berapa views-nya? berapa like-nya? banyak tidak komentarnya? sejauh apa jangkauannya? dan sejenisnya.

semua fokus pada sesuatu yang sebenarnya singkat dan fana. jadi tak perlu dalam dan punya makna, asal bisa viral itu tujuannya.

padahal kalau kita lihat ke belakang, ada begitu banyak hal yang viral lewat singkat begitu saja tanpa ada lagi orang yang mengingatnya. misal; lagu stecu-stecu yang menggema ke seluruh Indonesia, kini orang-orang sudah pada lupa dan lewat begitu saja. tak ada makna mendalam, konten lagunya hanya di permukaan saja; yang menjadikan itu gema sementara tanpa menempel lama di ingatan orang-orang.

contoh di atas memang tidak kuat, tapi kurang lebih begitu.

apa saja yang dibuat singkat dengan tujuan mengikuti tren dan harus viral, itu sifatnya hanya sesaat saja. besok, orang-orang juga akan lupa.

itu salah satu yang buatku pusing bukan main kemarin-kemarin; sampai kehilangan jati diriku sendiri sebagai seorang penulis dan vakum lama dari membuat sebuah karya. bagaimana tidak, aku tak lagi melatih dan membiasakan diriku untuk terus menulis. saat semuanya sudah aku anggap kerja untuk menghasilkan harta, itulah yang buat semuanya jadi berantakan dan hampa; yang membuat karyaku tak lagi punya makna.

sekarang, daripada aku harus memikirkan bagaimana cara naik kembali ke permukaan, menarik perhatian orang-orang, atau mencari harta dari karya, lebih baik aku kembali saat aku memulai karir menjadi seorang penulis; ingin memberi makna pada pembaca, serta menjadi teman untuk mereka yang hidupnya tak seberuntung orang-orang lain di dunia.

iya, itu niat awalku menjadi seorang penulis.

dari kesulitan, kerumitan, dan kisah hidup yang tak seberuntung orang lain, aku ingin membagikan makna-makna yang kudapati setelah aku bisa melewati semua trauma dengan lapang dada. aku ingin membagikan makna pada mereka yang punya kisah serupa; dan aku ingin menemani mereka melewati semuanya, sebab aku tahu begitu sepi rasanya dunia ini ketika tak ada tempat untuk cerita; maka dengan menghadirkan bacaan, secara tak langsung aku menemani mereka melewati setiap masalah yang melandanya.

makna.

itulah yang akan bertahan selamanya dan menempel di kepala. seperti aku yang berhasil melewati masalah hidup ini dengan banyak membaca dan yang paling berkesan ialah satu karya lagu dari seorang rapper bernama Igor alias Saykoji, begitu juga harusnya aku hadir untuk siapapun yang membutuhkan rangkulan melewati masalahnya.

sekian catatanku hari ini, terima kasih.

salam, Dayat Piliang.

Tinggalkan komentar