tak ingin terlibat jauh, tak ingin buat rusuh, hanya inginkan hidup tenang tanpa drama dan terganggu dengan prilaku orang lain

perlakuan, omongan, dan gaya orang lain itu adalah hal-hal yang di luar kendali kita. meski ada hal-hal yang terkesan mengganggu, kita punya pilihan dan kendali untuk tidak terpancing dan kesal dengan segala hal yang di luar kuasa kita.

beberapa waktu belakangan ini, aku mulai sadar akan satu hal; aku terlalu sering memperdulikan perasaan dan anggapan orang lain dengan bersikap rendah hati dan hati-hati, tapi aku tidak mendapatkan perlakuan yang sama. begitu banyak orang yang tidak tahu diri, tak sadar diri, dan tidak tahu basic manners dalam memperlakukan setiap orang. barangkali memang salahku terlalu berbaur, sehingga orang-orang menganggap remeh dan enteng diriku.

tak masalah.

aku terlalu sering mengiyakan semuanya karena takut terlihat jahat, egois, dan takut dianggap kacang lupa kulit. terlalu banyak senyum dan tawa palsu yang kutebar karena aslinya aku lelah. belum lagi drama-drama yang ada di sekitar. harus ikut larut dan pada siapa kita berpihak. kalau berkawan sama ini, berarti tidak sama itu. kalau kawan yang ini ada masalah sama yang itu, berarti kita juga harus memusuhi.

apa tidak lelah menjalani hidup seperti itu, kawan? hidup kita saja sudah berat dan berantakan; mengapa gaya-gayaan melibatkan diri pada drama yang memusingkan dan akan menyulitkan kita nantinya.

sudah saatnya kita menjadi orang egois.

bukan aku mengajarkanmu egois dengan konteks negatif. orang-orang baik sepertimu; yang bahkan baiknya terlalui, butuh keegoisan. bukan untuk menjadi jahat dan abai pada dunia, tapi untuk lebih peduli pada dirimu sendiri.

hindari drama, karena kita hidup di tengah-tengah orang munafik dan bermuka dua.

kita tumbuh dalam budaya yang over-connected tapi miskin keintiman. terlalu banyak circle, terlalu banyak update, terlalu banyak omongan yang sebenarnya tidak perlu. kita juga diajari kalau manusia baik itu harus hadir di semua keramaian, harus ikut terlibat semua masalah, dan harus ikut sedih kalau orang lain bersedih.

padahal, tidak semua masalah harus kita urus. tidak semua circle harus kita join, dan tidak semua topik harus kita ikut terlibat dalam percakapannya. tidak apa-apa menjadi orang yang tidak update perbincangan, tidak apa-apa jika kita tidak tahu apa-apa. di era informasi ini, kita hanya perlu mencari informasi yang penting-penting saja dan berdasarkan data. bukan dengan ikut terlibat omongan gosip kantor yang bisa saja berujung pada masalah-masalah lainnya yang tak ada kaitannya dengan pekerjaan; murni kebanyakan semua urusan personal.

duduk, tenang, dan cukup jadi penonton sebuah drama teatrikal. kita tidak perlu ikut terlibat pada pertengkaran, karena tidak semuanya butuh solusi dari kita. dunia akan tetap berjalan meski kita tak ada; dan drama itu akan reda tanpa kita harus bertindak lebih jauh. selama kita bukan orang yang diberi kuasa dan posisi, tak perlu kita ikut-ikut. diam, simak, dan jalani saja apa yang menjadi tugas serta kewajiban.

kantor adalah lingkungan paling toxic? bisa iya bisa tidak.

tapi kenapa lingkungan kantor seringkali toxic? itu tak lepas karena banyaknya orang bekerja bukan untuk berkembang, tetapi untuk diakui dan butuh sekali validasi. semua manusia punya ego, dan di sinilah tempat ego saling bertabrakan, posisi dikejar, dan pencitraan jadi strategi paling ampuh untuk bertahan serta menjilat atasan.

untuk tidak terganggu, kita harus punya cara untuk menghadapinya. caraku adalah menumpahkan semuanya ke dalam tulisan dan fokus melatih diri serta belajar lebih banyak lagi. jangan biarkan ada waktu luang; sibukkan diri dengan sesuatu yang bisa membuatmu berkembang lebih baik lagi. belajar pengendalian diri dengan terus mengevaluasi diri dan tidak bersikap denial untuk segala hal yang buruk-buruk dari diri sendiri.

dengan begitu, kita tak ada waktu untuk terganggu dengan gerak-gerik orang lain. kita tak punya cukup energi untuk mempermasalahkan ketidaksopanan orang lain pada kita dan tidak punya energi untuk ikut permasalahan yang ada di lingkungan di mana pun kita berada.

sekian catatanku hari ini, terima kasih.

Dayat Piliang

Tinggalkan komentar