jangan memaksakan diri jika belum ahli; mulai dari yang kita bisa, kemudian konsistenlah sampai terbiasa

sebagai seorang influencer besar yang punya ratusan ribu pengikut di media sosial (anjay), aku pernah melewati masa di mana stress akan angka-angka yang perlahan mulai turun dan sudah tak lagi relevan akan zaman; sehingga aku mulai digantikan dengan yang lebih ahli dan yang bisa berinovasi.

aku digilas oleh zaman, dan itu menyakitkan serta menyedihkan.

berkali-kali aku mencari-cari cara. mulai dari berkolaborasi dengan ilustrator, videographer, filmmaker, bahkan sampai membuat konsep lain untuk konten-konten media sosialku, tapi tidak juga kunjung berhasil. faktornya satu, aku terlalu memaksakan diri di saat aku tidak punya kemampuan, keahlian, dan sumber daya berupa materi untuk menjadi bahan bakar awal semua yang berkontribusi dalam pekerjaan. kekuatan kolaborasi itu bisa berhasil kalau keduanya memang sudah berada di titik kebebasan finansial, kalau untuk makan besok saja masih bingung, jangan coba-coba. karena akan ada saja alasan dan permasalahannya.

realistis saja.

jika memang belum mampu, jangan memaksakan diri. ini berlaku untuk hal apapun; termasuk gaya hidup.

dari pengalaman aku belajar, jangan pernah kita memaksakan sesuatu jika kita belum punya ilmu, keahlian, atau sumber dayanya. mulailah dari apa yang kita ahli, kemudian pelan-pelan kembangkan. hidup harus realistis. mimpi besar tanpa ada tindakan memang omong kosong, tapi keinginan dan rencana tanpa eksekusi yang realistis dan nyata hanya akan berujung pada gagal.

itulah kenapa aku rutin menulis di sini.

aku mengawali semuanya kembali dari apa yang aku ahli; menulis. dan itu yang aku lakukan. sehari aku bisa menulis tiga postingan di blog ini. aku tumpahkan semuanya dengan bebas, melatih diriku, konsisten, terbiasa, dan kemudian bertumbuh menjadi lebih baik dan ahli lagi dari sebelumnya.

pelan-pelan saja, yang penting jelas perkembangannya.

sekian dulu, terima kasih.

Dayat Piliang

Tinggalkan komentar