menghindari dead internet theory dengan berkarya yang jujur, jangan fokus viral, berilah manfaat sesuai isi kepala

barangkali kamu pernah mendengar teori tentang kiamat dan kematian internet; sebuah kiamat besar yang menghadirkan sunyi dan hampa pada ruang digital kita. tidak hanya kehidupan palsu dari orang lain saja, tapi ‘manusia’ yang tidak ada wujudnya di dunia nyata pun juga ikut berkontribusi menghadirkan kebisingan-kebisingan yang terkesan asli.

awal-awal, kita sukar membedakan. lama kelamaan, semua terlihat berpola dan terlihat betapa tidak nyatanya kebisingan yang ada di ruang internet kita. yang kita rasakan hampa dan kesepian tiada tara.

itulah dead internet theory.

teori konspirasi yang menyatakan kalau sebagian besar aktivitas di internet kita sekarang dikuasai oleh bot, konten AI, dan algoritma yang dikendalikan sebuah korporasi besar atau tangan negara yang punya kuasa; menjadikan aktivitas manusia organik menjadi minoritas. menurut mereka yang percaya akan teori ini, kematian internet secara metaforis sudah terjadi antara sekitar tahun 2016 – 2017, saat jumlah konten dan akun bot mulai melampaui konten manusia asli.

pada kenyataannya memang seperti itu. tahun 2016, bot menyumbang 52% dari total kunjungan ke lebih dari 100.000 domain dan pada tahun 2023, bot menguasai 49.6% kebisingan yang ada di ruang digital kita. bahkan perbincangan dari komunitas Reddit melaporkan bahwa pada tahun 2024 bot mencapai hampir setengah trafik dunia.

jika itu memang benar, itu artinya kebisingan dan perbincangan yang ada di internet bisa dengan mudah digiring ke arah lain; sesuai dengan keinginan penguasa atau kelompok yang punya sumber daya yang hebat. kehadiran AI juga makin mendukung semuanya terkesan seolah nyata. kita bisa lihat perbincangan saat tahun politik, semua begitu bising dan bisa saja kebisingan dan perdebatan yang kita lakukan dengan orang-orang di internet itu bukan orang yang sebenarnya. yang punya kuasa dan sumber daya, bisa memanipulasi opini publik dengan mengerahkan banyak akun bot dan narasi yang terkesan fakta, padahal itu semua skenario yang diciptakan oleh yang punya kuasa.

tak usah jauh-jauh sampai ke sana. kita lihat saat ini ada banyak konten kreator baru dan coach-coach yang menjual ilmu berbentuk produk digital dan kelas-kelas berbayar. semua postingan media sosialnya bisa kita lihat sangat AI generate sekali.

aku tidak anti dengan konten kreator atau coach-coach yang menjual produk digital dan kelas berbayar; bukan itu yang aku permasalahkan. tapi penggunaan AI yang plek ketiplek tanpa punya basic keilmuannya, itulah yang jadi awal mula masalah dari dunia yang kini makin berisik.

dengan AI, orang yang tidak punya latar belakang apa-apa, sekarang bisa membentuk profile media sosial mereka agar terlihat pakar. bikin ebook yang dibuat chatgpt tanpa editorial dan keilmuan di bidang tersebut untuk mengkurasi mana yang bisa dibagikan dan mana yang tidak.

aku saja yang sudah lebih dari sepuluh tahun menjadi penulis, tidak berani membuka kelas menulis dan membuat ebook menulis. bukan karena aku tidak bisa membuatnya, hanya saja ada perasaan belum layak dan tidak etis, karena karier menulisku saja masih acak-acakan dan berantakan.

itu dia, etika.

banyak orang sudah melupakan itu.

demi sebuah ketenaran dan cuan, mereka menghalalkan segala cara dan melupakan etika serta kelayakan diri sendiri untuk membagikan suatu ilmu.

personal branding itu penting? iya, aku setuju. tapi personal branding adalah mengenalkan diri kita, skill kita, dan kelebihan kita ke orang-orang dan dilakukan berulang-ulang. ingat! yang ada pada diri kita, bukan yang tidak ada kemudian diada-adakan demi mengeruk pasar tertentu. benar-benar tidak ada etika dan jatuhnya seperti sedang melakukan penipuan.

balik lagi ke dead internet theory, jika ini tetap tak bisa dibendung, akan ada kekosongan di ruang digital kita dan orang-orang akan jenuh dengan semua yang ada di internet.

solusinya adalah, kita membentuk koloni-koloni kecil yang isinya benar-benar manusia untuk melampiaskan interaksi sosial kita di dunia maya. itulah kenapa aku mulai aktif menulis di sini, karena;

aku ingin tulisan manusia tetap berjaya!

Dayat Piliang

Tinggalkan komentar