belajar nulis lagi

tiada hari tanpa belajar, jika kita ingin menjadi orang besar yang bukan memanfaatkan orang dalam, maka kita harus mengembangkan diri kita dengan terus mengosongkan gelas dan terus dihantui banyak rasa penasaran akan banyak hal.

itu akan membuat kita terus belajar dan bertumbuh dari pengalaman.

begitu juga dengan aku yang baru, aku akan terus belajar dan semangat mencari tahu tentang banyak hal. motivasinya satu; demi masa depanku bersama seseorang yang aku cintai.

aku tidak boleh begini terus.

setelah menuliskan catatan jurnal resah menjelang usia tiga puluh, aku tidak bisa hanya sekadar larut pada rasa sedih atau resah. aku harus bangkit dan terus bergerak mencari peluang yang banyak; aku juga harus mengasah kembali skill yang sudah kupunya sejak lama dan terus melatih diri agar bisa menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari.

kujadikan blog ini sebagai sarana untuk melatih diriku agar bisa kembali menulis sesuai dengan apa yang dirasakan hatiku. aku ingin menumpahkan semuanya di sini.

iya, aku tahu tulisan di sini tidak baku dan tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar, tapi yang perlu kalian tahu, ini adalah blog jurnal harian, tempat aku menumpahkan semuanya.

tujuanku menulis di sini hanya kembali membiasakan menumpahkan apa yang ada dalam kepala secara mendadak. anggap saja ini sekadar catatan di sebuah notes ponsel yang memang tidak perlu terlalu memikirkan bahasa formal dan urutan. hanya untuk catatan, siapa tahu suatu saat aku butuh entah untuk mengenang atau mencari bahan inspirasi dari isi kepalaku yang lalu-lalu.

setelah menjadi seorang penulis komersil, aku lupa kalau tujuanku menulis adalah untuk menyembuhkan luka dan gelisah yang ada dalam diri; dan membagikan manfaat juga tentunya. fokus pada penghasilan membuatku lupa kalau aku manusia dan menulis adalah obat dari semua lara.

sekian dulu untuk tulisan ini, sampai bertemu kembali di tulisan selanjutnya.

Dayat Piliang

Tinggalkan komentar