semua laki-laki sama saja. kalau tidak monster, ya bajingan.
barangkali kalimat itu sering kita dengar saat terjadi kasus perselingkuhan dan aku sendiri tidak menampik hal itu, karena memang umumnya yang terjadi seperti itu; laki-laki bisa menjadi seorang monster yang bisa menghancurkan masa depan seorang wanita dan bisa menjadi bajingan yang menyakiti wanita. bedanya di mana? ya dipikir saja sendiri, aku malas menjelaskan berlebihan, nanti malah jadi panjang ke mana-mana.
hari ini, internet digemparkan oleh perselingkuhan seorang direktur perusahaan teknologi bersama staff-nya di konser cold play. keduanya disorot kamera dan terpampang di sebuah videotron jumbo pada konser yang diselenggarakan di boston. itu hal yang umum dan biasanya penonton yang disorot akan mengekspresikan diri di kamera, namun tidak dengan dua orang itu. malah mereka terlihat takut dan berusaha menghindari. bahkan chris martin pun heran dan nyeletuk “mungkin mereka selingkuh” yang sontak menghadirkan gemuruh riuh awa penonton lain,.
daripada kita membahas tentang kejadiannya, lebih baik kita merenung dari kejadian tersebut dan tanya pada diri kita. apakah aku sebagai pria akan menjadi seperti itu jika mendapat posisi yang tinggi? atau untuk wanita, akan menyambut hal itu jika ada kesempatan didekati oleh atasan yang sudah jelas punya anak dan istri?
nyatanya, selingkuh itu bukan hal yang bisa dinormalisasikan dengan alasan khilaf. karena sebagai manusia yang diberi akal oleh sang pencipta, sudah sepatutnya punya pengendalian diri dan menanamkan batasan-batasan yang tidak boleh dilewati.
saat sudah menikah, jangan mendua atau bermain hati dengan lawan jenis lain. itu batasan sederhana ketika kamu sudah memutuskan untuk komitmen menjalin hubungan dengan seseorang; menikah bukan patokan, komitmenlah yang harus dipegang dan dijadikan batas agar tidak melewatinya.
lagi pula untuk apa kita menjalin komitmen jika dilanggar?
kita manusia yang berakal, tidak seharusnya kita menjadi rendah dengan menggampangkan komitmen dengan seseorang.
sebagai manusia yang punya akal, kita harus tahu batasan. jadi stop mengatakan khilaf ketika melakukan kesalahan, apalagi perihal selingkuh. tidak ada khilaf dalam selingkuh, karena itu membutuhkan effort mengelabui orang-orang agar tidak tercium dan untuk menjalankan akal bulus itu pasti dilakukan secara sadar, bukan di luar kendali.
aku yakin, orang-orang yang selingkuh itu punya kesadaran untuk tidak melewati batasan. tapi, mereka iseng coba-coba, dan ketika tahapan pertama berjalan lancar, ia mencoba lagi tahapan selanjutnya, jika tidak ketahuan juga, ia akan melakukan hal yang lebih dari sebelumnya. inilah kenapa selingkuh adalah penyakit dan orang yang sudah biasa selingkuh akan sulit sembuh karena kebiasaan dia itu. dia merasa merayu lawan jenis selama tidak diketahui pasangan bukan masalah besar, karena awal-awal ia mencoba dan akhirnya berhasil keluar dari ketakutan melanggar komitmen tersebut.
waduh, aku belibet sekali menjelaskannya.
intinya seperti itu deh guys, wkwkwkwk
dah ah, cape.
Dayat Piliang

Tinggalkan komentar