resah menjelang usia tiga puluh

rabu lalu, setelah sekian lama, akhirnya aku kembali betukar cerita dengan bebet; seorang kenalan yang kukenal dari twitter dan akhirnya menjadi teman di dunia nyata.

obrolan kami saat itu seputar keresahan menjelang usia tiga puluh yang hanya tinggal satu tahun lagi sejak aku menuliskan ini. yang buat resah semakin menjadi-jadi ialah kami belum menjadi apa-apa, masih menjalani hidup begini-begini saja, dan tidak ada perkembangan yang signifikan; finansial belum stabil, masa depan masih belum jelas, ingin menata ulang namun bingung harus mulai dari mana.

kadang, ada sesal melewatkan banyak kesempatan di masa lalu.

iya, aku bukan manusia yang tidak pernah melakukan apa-apa dalam hidup. aku punya cita-cita dan aku bisa mewujudkan itu semua; aku ingin menjadi penulis dan itu benar sudah kuraih. tapi, yang aku lupakan adalah, segala hal yang sudah kita dapatkan, itu perlu kita jaga. dan aku tidak menjaga pencapaian dan tidak memaksimalkan kesempatan-kesempatan yang datang pada saat itu. entah karena star syndrom atau memang pada saat itu aku belum siap dan kualitasku belum sanggup untuk bertarung melawan industri yang bahkan ekosistemnya belum terbangun dengan baik.

tapi sepertinya aku masih terlalu muda saat itu. pikiranku belum panjang dan wawasanku masih sempit. ditambah, aku tidak punya figur yang bisa membimbing aku untuk melewati semua tahapannya satu persatu. jadi saat aku menemukan jalan buntu; fase quarter life crisis, akhirnya aku malah vakum lama dan itu melenyapkan diriku dan membuat semuanya kacau balau.

itu semua masa lalu, sudah berlalu.

melarutkan sesal dalam kisah masa lalu adalah hal yang sia-sia, karena tidak bisa kita perbaiki juga. yang bisa kita lakukan ialah menata kehidupan dengan melakukan hal-hal baik hari ini agar baik pula masa depan kita nanti.

tidak ada kata terlambat, kan?

tuhan pasti akan memberi kesempatan bagi siapa saja yang berusaha dan tidak pernah berhenti untuk bergerak.

itulah yang kulakukan saat ini. daripada aku fokus pada hal-hal teknis yang sering terhambat karena perfeksionisnya sifat, lebih baik aku melakukan semuanya tanpa malu dan tebal muka saja tanpa takut pada sangkaan orang. aku harus menumbuhkan rasa percaya diriku karena aku tahu aku punya skill dan punya kualitas serta isi kepala yang bisa bersaing dengan orang banyak. aku hanya perlu bergerak dan terus melakukan sesuatu agar semakin baik dari hari ke hari. karena sesuatu yang tidak dilatih dan tidak dibiasakan akan tergerus dan perlahan jadi hancur.

seperti tulisan ini yang entah ke mana arahnya, tapi aku akan tetap menulis sebebasku dan semauku. lagi pula ini blog pribadi, anggap saja aku sedang menulis di sebuah diary yang bisa dibaca banyak orang di internet. agar orang-orang juga tahu kalau aku manusia biasa yang juga punya resah, pusing, dan bingung menjalani kehidupan dengan anggapan orang yang terlalu tinggi padaku.

aku akan terus bergerak melaju, tak peduli siapa yang menjadi penghalang, bahkan jika aku harus melawan diriku, akan kulawan habis-habisan jika dia ingin menghalangi langkahku! anjay!

Dayat Piliang

Tinggalkan komentar