Mungkin kamu pernah mendengar kata-kata ini dari salah satu pemuka agama: “Yang baik-baik datangnya dari Allah, dan segala yang buruk datangnya karena salah manusia itu sendiri.”
Bila sedikit kita telisik, kata-kata itu ternyata bersumber dari satu ayat di Al-Qur’an; tepatnya ada di surah An-Nisa ayat 79. Kata-kata yang kalau sekilas kita baca, ada kesan egois di sana. Tapi bila kita dalami lagi, ada makna yang begitu dalam yang bisa kita petik dan ambil hikmahnya.
Tanpa bermaksud menafsirkan ayat, ada dua pelajaran yang bisa kuambil dari ayat itu; yang mungkin bisa jadi renungan kita bersama.
Mari kita mulai dari:
Yang baik-baik datangnya dari Tuhan.
Kumaknai pengalan kalimat ini sebagai cara kita untuk bisa mengendalikan diri agar terhindar dari sifat angkuh; merasa diri hebat untuk semua yang telah kita dapat.
Kan kita tahu, merasa hebat adalah jebakan. Ketika kita merasa diri paling ahli, di situlah kelalaian akan terjadi. Kita akan merasa tinggi dan tak ingin lagi mendapat masukan-masukan yang membangun dari orang lain; kita juga enggan untuk mencari tahu apa-apa saja yang bisa mengembangkan diri menjadi lebih bak dari hari ke hari.
Maka dari itu, bila kita dapat hal-hal baik dalam hidup, mestinya kita gantungkan semuanya pada Tuhan agar bisa tetap mengendalikan diri untuk tetap rendah hati.
Selanjutnya:
Segala yang buruk, datangnya dari kesalahan manusia itu sendiri.
Bila kita mendapat hal-hal buruk, mestinya kita tak menyalahkan faktor luar. Kita mesti mengevaluasi diri perihal apa-apa saja yang kurang dari kita.
Kita juga mestinya menerima yang buruk-buruk itu. Kan yang buruk-buruk menjadikan kita belajar untuk bisa lebih baik lagi dari yang sebelumnya.
Kita mesti bisa menunjuk diri kita sendiri.
Meskipun tak semua salah kita, tapi bukan berarti kita menyalahkan orang lain. Kan kita tak bisa mengendalkan orang lain; yang bisa kita kendalikan adalah diri kita sendiri.
Penggalan kalimat itu juga mengajarkan kita untuk berhati-hati sebelum melakukan sesuatu. Kita perlu merencanakan semuanya dengan matang. Bila pun gagal, kembali lagi, kita mesti bisa menerimanya.
Hidup nggak harus dibuat rumit, kan?
Itu saja untuk hari ini.
Sampai ketemu di tulisan lain, ya.
Tinggalkan komentar