Sebrengsek-brengseknya manusia, adalah mereka yang melakukan ‘jatah mantan’ sebelum hari pernikahannya.
Minggu lalu, saat sedang asik nge-scroll beranda Twitter, aku dikejutkan dengan curhatan seseorang yang dikirim secara anonim. Curhatannya seperti ini: “Aku hamil tiga bulan. Kami menikah sekitar tiga bulan lalu. Malam pertama setelah menikah, aku langsung ‘tidur’ dengan suami. Tapi, H-1 sebelum menikah, mantanku meminta ‘jatah’ dan dia enggak pakai kondom. Sekarang aku cemas. Ini anaknya siapa, ya? Saran biar enggak kepikiran terus bagaimana, ya?”
Curhatan yang diakhiri pertanyaan itu diposting kepublik melalui akun menfess, sebuah akun bot yang mempublikasikan kiriman-kiriman dari seseorang secara anonim. Seperti biasa, respon warganet jelas beragam. Apalagi ini di Twitter, jelas reaksinya lantam-lantam. Tapi di sini aku enggak bakal bahas reaksi warganet.
Ketika membaca curhatan itu, perasaanku campur aduk. Mau berempati, tapi kesal juga dengan kegoblokannya. Dunia benar-benar sudah gila! Tak habis pikir kok ada orang yang tega ngeseks dengan orang lain sebelum hari pernikahannya. Tapi di sini aku tak ingin mentup mata. Aku juga pernah mendengar kisah serupa, seolah-olah hal ini wajar dan kenyataannya banyak terjadi. Iya, banyak!
Setelah merenung cukup panjang, aku tak kunjung memahami logika berpikir orang-orang seperti ini. Pertama, kenapa mantannya meminta ‘jatah’ ketika mereka sudah tidak berada dalam sebuah hubungan? Ditambah ‘jatah’ itu diminta ketika si wanita hendak menikah. Parah betul! Barangkali memang mantannya punya fantasi yang aneh, yaitu ngeseks dengan seseorang yang akan menikah. Mungkin orang-orang seperti ini menjadi lebih bergairah karena merasa bisa lebih dahulu ‘mencicipi’ sebelum pasangannya. Membayangkannya saja sudah membuatku jijik bukan main. Asli!
Kedua, kenapa juga si wanitanya mau menuruti permintaan mantannya memberikan ‘jatah’? Ini makin enggak masuk akal, kan? Bukannya ketika kita hendak menikah, kita sedang dalam kondisi yang berbunga-bunga dan bahagia, ya? Bukannya kita jadi lebih mencintai pasangan kita, ya? Bukankah rasa bahagianya sama bahkan melebihi dari waktu kita mulai menjalin hubungan dengan pasangan kita? Kok bisa dia kepikiran untuk ngeseks dengan orang lain di saat-saat menuju hari pernikahannya? Jujur, tak bisa kumengerti. Apakah mungkin dia juga punya fantasi? Ngeseks dengan orang lain untuk yang terakhir kali sebelum ia berada dalam status pernikahan. Seperti yang biasa dilakukan pemuda-pemudi kota-kota besar sebelum memasuki bulan puasa; yang biasa disebut dengan ‘penutupan’. Istilah untuk melakukan kegiatan yang berdosa, biasanya lebih ke ‘minum-minum’.
Apapun itu, yang jelas keduanya sama-sama brengseknya. Si laki-laki brengsek karena meminta ‘jatah’ pada mantannya yang akan melangsungkan pernikahan, si wanita juga brengsek karena memberikan ‘jatah’ sebelum hari pernikahannya sendiri. Jenis manusia-manusia yang berpikir pendek tanpa memikirkan dampaknya. Hanya berfokus pada kenikmatan sesaat yang jelas-jelas sesat. Si wanita pakai bertanya pula lagi apakah itu anak suaminya atau mantannya. Sebelum memberi ‘jatah’ kok dia enggak berpikir ke arah sana, ya?
Ah, gila!
Faktanya, seperti yang kukatakan di atas, ini cukup banyak terjadi. Mayoritasnya dilakukan oleh laki-laki. Makanya saat membaca kisah itu aku kaget karena ini kisah dari sudut pandang wanita. Brengsek betul orang-orang kayak gini!
Semoga kita terhindar dari manusia-manusia seperti itu.
Dan semoga kita bukan bagian dari manusia-manusia seperti itu.
Kamu jangan sampai begitu, ya?
Dukungan untuk Penulis
Terima kasih sudah membaca tulisan dari Dayat Piliang. Jika kamu suka, traktir Dayat secangkir kopi sachet sebagai bentuk dukungan agar terus konsisten berkarya!

Tinggalkan komentar