bukan enggan mencari yang baru

Bukan enggan mencari yang baru,

hanya saja teralu malas untuk
beradaptasi (lagi) dengan orang baru.

Pernah aku merasakan patah sepatah-patahnya patah. Itu membuat aku tenggelam dan larut dalam lautan kesedihan yang menghadirkan keengganan tuk memulai kembali kisah cinta dengan orang baru yang katanya bisa mendatangkan bahagia dalam diriku.

Bukan, aku bukan meragukan cinta akan membawa kita pada bahagia. Hanya saja, kita mungkin lupa kalau bahagia itu bagai benang tipis yang mudah putus. Jika benang bahagia itu terputus, maka bukan bahagia lagi yang akan kita rasa, melainkan derita yang tak kunjung reda jika kita tak berusaha bangkit darinya. Salah-salah dalam memilih bukan menghadirkan bahagia, malah akan menjerumuskan kita pada jurang gelap bernama sengsara. Kita pasti tak ingin masuk ke dalam sana, apalagi mereka yang pernah terjerembab jatuh ke dalamnya.

Aku yakin, amat sangat yakin kalau cinta akan membawa kita pada bahagia. Namun tidak dengan mencintai orang yang salah. Jika mencintai orang yang salah, kita hanya akan mengundang penderitaan tiada akhir dalam diri. Bukankah penderitaan itu ingin kita hindari? Tapi entah kenapa ketika ingin memulai kembali kisah, akal kita menjadi tidak realistis sehingga kita selalu saja bertemu dengan orang yang salah. 

Maka dari itu, bukan enggan mencari yang baru,
hanya saja terlalu malas untuk
beradaptasi (lagi) dengan orang baru.

Apalagi ketika usia makin bertambah, ketika kita dihadapkan dengan realitas kalau hidup ini tak hanya perihal asmara, tentu kita mulai berpikir dan menetapkan prioritas hidup. Jika cinta-cinta tai ayam ini hanya akan mengacaukan hari-hari kita, bukankah jauh lebih baik hidup dalam kesendirian dan fokus pada sesuatu yang bisa membuat hidup kita yang buruk menjadi lebih baik?

Iya, aku paham, kita jangan terlalu apatis dalam hidup. Cinta memang perlu. Dan untuk memulai sebuah hubungan dengan seseorang, adaptasi memang diperlukan. Ini semacam ketika kita memutuskan untuk pindah, tentu kita perlu beradaptasi dengan kondisi lingkungannya. 

Namun, untuk saat ini rasanya tidak dulu. Aku hanya takut ketika aku melewati proses adaptasi itu dan mendapati kisah yang tak sesuai harapan, aku hanya membuang-buang waktuku yang mestinya aku gunakan untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat hidupku jadi lebih baik.

Semoga kita bisa dipertemukan dengan orang yang tepat dan terhindari dari mencintai orang yang salah.

ditulis pada hari senin, 18 juli 2022, menjelang pukul sembilan malam, di kota medan.

Dukungan untuk Penulis

Terima kasih sudah membaca tulisan dari Dayat Piliang. Jika kamu suka, traktir Dayat secangkir kopi sachet sebagai bentuk dukungan agar terus konsisten berkarya!

Satu tanggapan untuk “bukan enggan mencari yang baru”

  1. Andhini Getha Kusuma Avatar
    Andhini Getha Kusuma

    Tulisan dari kamu mewakilkan apa yang beberapa tahun ini aku alamin. Bahkan berada di fase kepada siapa yang mengajukan keseriusan aku hanya merespon itu hnya sebuah guyonan. Sudah enggan memulai dengan yang baru, ujung ujung nya akan menjadi proses adaptasi yang sia-sia. Huuuh rasa nya mau fokus sama apa yg ingin di capai saja sambil memantapkan diri dan meningkatkan kualitas diri dlu lah hihi
    Salam kenal, Andin dari kepuluan Riau

    Suka

Tinggalkan komentar