jadi orang enggak enakan menyiksa juga, ya?

Kamu, iya kamu.

Orang yang suka ngerasa nggak enakan dan terlalu perasa yang selalu bisa memahami orang lain, namun sialnya jarang dipahami dan dimengerti oleh dunia. Tenang, jangan sedih. Karena kita sama.

Memang tak enak rasanya berada dalam posisi selalu menjadi pendengar yang baik untuk setiap mimpi dan keluh kesah orang lain, namun jarang didengarkan ketika kita butuh teman cerita untuk meminta dukungan meraih mimpi juga menumpahkan segala keluh kesah ketika hati sedang merasa gundah.

Satu sisi, kita juga ngerasa bahagia bisa menjadi pendengar dan mengulurkan bantuan ketika dibutuhkan oleh teman. Namun di lain sisi entah kenapa kok di dunia ini kita merasa hidup seorang diri? Aneh. Sangat aneh. Meskipun hal itu kita lakukan tanpa pamrih, tetapi kenapa kok tidak sebanding dengan apa yang telah kita lakukan dalam kehidupan, ya?

Kita yang selalu enggak enakan menolak apapun sampai mengorbankan waktu; bahkan sampai membuat hidup kita yang tadinya tertata menjadi kacau, kok ya tiba-tiba ngerasa seolah hidup seorang diri ketika kita sedang butuh dibantu dan dimengerti?

Mungkin kamu juga merasakan hal yang sama seperti yang kutuliskan di atas. Tidak apa-apa. Tetaplah menjadi orang baik meskipun kita tak pernah disambut dan mendapatkan hal-hal baik dari orang lain. Benar kata Patrick si bintang laut: “hidup ini memang tidak adil, jadi biasakanlah.” Kita hanya perlu membiasakan diri untuk itu, bukan lantas kita berubah menjadi jahat seperti yang Joker lakukan ketika kebaikan yang ia lakukan tak mendapatkan balasan yang sama.

Nah, sekarang, agar kita bisa meminimalisir rasa kecewa atas dunia yang tidak berjalan seperti apa yang kita pikirkan, lebih baik kita mulai mempertimbangkan dengan baik mana yang harus kita prioritaskan. Boleh membantu atau menyediakan waktu untuk siapapun; termasuk orang yang barangkali tak akan membalas kebaikanmu. Tapi, kita harus sadar betul dengan skala prioritas kita sendiri. Jangan sampai karena kita sibuk berbuat baik sampai lupa kalau hidup yang kita jalani ternyata memburuk.

Dan kalau kamu butuh seseorang yang juga bisa mengerti kamu seperti kamu mengerti dia, coba deh mulai sekarang lebih memilih-milih teman. Karena di dunia ini memang banyak sekali manusia yang berkedok teman tetapi ia hanya hadir di saat dia butuh namun akan menjauh ketika kita membutuhkannya. 

Jadi, gimana?

Sudah merasa lebih baik? 

ditulis pada hari senin, 12 juli 2022, menjelang pukul sembilan malam, di kota medan.

Dukungan untuk Penulis

Terima kasih sudah membaca tulisan dari Dayat Piliang. Jika kamu suka, traktir Dayat secangkir kopi sachet sebagai bentuk dukungan agar terus konsisten berkarya!

Tag:

Tanggal:

Before:

Tinggalkan komentar