jika bukan aku

Jika bukan aku,
sama sekali tak masalah bagiku.

Kan kau sudah dewasa, tentu kau paling tahu apa yang terbaik untukmu. Aku hanyalah opsi yang bisa kau pilih jika kau suka dan percaya. Namun jika tidak, kau boleh dan sangat berhak untuk tidak memilihku.

Jika bukan aku,
sama sekali tak masalah bagiku.

Aku tidak ingin kau memilihku karena rasa kasihan saat melihatku. Jangan lakukan itu. Lebih baik aku ditolak dengan frontal olehmu daripada kau memilihku dengan alasan kasihan. Kau mesti tahu, hubungan ini ke depannya akan berjalan rumit. Kau akan merasa tak enak untuk melepas dan aku merasa tak nyaman dengan hubungan yang sedang berjalan. Kau juga harus tahu, ada masanya seseorang yang memang tak cinta, akan meledak kejujurannya ketika ia sudah jenuh menjalani. Tentu itu akan menyakiti hatiku jauh lebih dalam lagi dibanding kau tolak aku sejak awal.

Jika bukan aku,
sama sekali tak masalah bagiku.

Kau harus tegas memilih dengan siapa kau hendak menjalin hubungan. Jika kau tak memilihku, kau harus dengan tegas menolakku. Jangan kau berikan perhatian-perhatian yang mungkin menurutmu biasa, karena aku akan menganggap perhatian itu sungguh luar biasa. Aku sudah lelah dengan itu. Aku pernah merasakan perhatian da kebaikan dari seorang wanita yang kukira ia melakukannya hanya kepadaku, namun nyatanya pada semua orang pun ia begitu. Jangan, jangan kau lukai aku seperti itu. Jangan kau berikan angin surga yang akan menumbuhkan ekspektasi yang berbuah kecewa.

Jika bukan aku,
sama sekali tak masalah bagiku.

Aku hanya berharap, dengan siapapun kau menjalin hubungan, semoga bahagia menyelimutimu. Aku akan mencoba tegar dan menjadi bijaksana dengan tidak membencimu hanya karena kau tak menjadikanku pilihan di hatimu. Sebab, jika seseorang benar-benar cinta, mestinya ia mendoakan yang terbaik dan mendoakan supaya yang dicintainya selalu merasa bahagia; bukan dengan berubah menjadi pembenci yang selalu mengutuki dan menjadi sangat antipati.

Kebahagiaanmu jauh lebih penting daripada kau menerima diriku. Jika menurutmu bersamaku membuatmu tak bahagia, aku akan mendukungmu dengan siapapun yang menurutmu bisa membuatmu bahagia. Sekali lagi, hanya kaulah yang benar-benar tahu dan mengerti akan dirimu sendiri.

Di akhir tulisan ini, aku ingin berpesan; dalam mencari pasangan, kau mesti berhati-hati. Sebab tak semua yang terlihat tulus benar-benar tulus. Banyak orang yang mengemas diri mereka dengan banyak kebaikan padahal tidak nyatanya.

Bukan, aku sama sekali tidak bermaksud memberikan ancaman. Aku hanya ingin mengingatkan agar kau tak salah dalam memilih laki-laki yang akan menjadi kekasihmu. Ini bentuk dari pertanggungjawabanku atas doa ‘semoga kau bahagia’ yang telah kupanjatkan pada semesta. Jika kau salah pilih dan kemudian tak bahagia, kan aku juga yang menderita ketika melihatmu dari kejauhan.

Doa tanpa ikhtiarkan percuma. Ikhtiarku hanya berpesan padamu agar berhati-hari dengan segala tipu muslihat lelaki; termasuk aku. Kau pun bisa berhati-hati denganku. Siapa tahu aku juga sedang mengemas diriku dengan tipu muslihat demi membuatmu tertarik dengan menuliskan tulisan ini.

Intinya, kau mesti berhati-hati.

Sekali lagi,
jika bukan aku,
sama sekali tak masalah bagiku.

Dukungan untuk Penulis

Terima kasih sudah membaca tulisan dari Dayat Piliang. Jika kamu suka, traktir Dayat secangkir kopi sachet sebagai bentuk dukungan agar terus konsisten berkarya!

Tinggalkan komentar